SIMALUNGUN
Keterlaluan!! Kalimat ini pantas dialamatkan kepada Yoto Wali Kelas 5 SD Inpres 095178 Bahbirong Ulu Kabupaten Simalungun.
Dimana selain sudah mempush up, Yoto nekat mengajak berkelahi atau duel dan menganiaya dengan cara memukulkan ember cat salah satu muridnya sendiri inisial GAS (12) di kompleks sekolah, Senin (20/6/2022) siang sekira pukul 11.00 Wib.
Korban GSS didampingi orangtuanya Andi Sinaga (44) ditemui wartawan Media Online Jurnalx.co.id, Selasa (21/6/2022) pagi mengatakan awalnya Ia dan beberapa teman sekelasnya kejar-kejaran, selanjutnya tanpa sengaja Dia menendang tong sampah.

Selanjutnya salah satu abang kelasnya malah mengejeknya sehingga membuatnya pun kesal dan menantang duel abang kelasnya tersebut. Mengetahui itu Yoto malah menghukumnya dengan menyuruh Push Up di lapangan sekolah sebanyak 20 kali.
Setelah selesai push up dengan menghitung dalam hatinya, seorang abang kelasnya menyatakan hitung push up nya belum selesai sehingga membuatnya kesal dan menantang abang kelasnya itu berkelahi atau duel. Tiba-tiba Yoto memukulkan ember cat hingga mengenai lengan tangan kanan dan kepala sebelah kanannya.
Tidak itu saja Yoto malah menantang korban berkelahi. “Apa kau, ayok main sama bapak. Kalau main sama bapak, kalau berani kau,”kata korban meniru perkataan Wali Kelasnya tersebut.
Korban pun menangis karena kesakitan. Begitun Yoto diketahui tinggal dikompleks SD tersebut bukannya merasa menyesal melainkan pergi meninggalkan korban ke kantor untuk mencat. Tepat sekira pukul 12.00 Wib usai pulang dari sekolah, korban langsung memberitahukan kepada orangtuanya Andi Sinaga.
“Aku tidak sengaja menendang tong sampah itu. Kepala ku juga pernah ditokok Pak Yoto menggunakan tangannya dengan keras,”pungkas korban sembari menunjukkan lengan tangan kanannya yang membiru dan mengeluh kepalanya pusing.
Sementara Andi Sinaga orangtua korban mengatakan setelah mendengar anaknya (Korban-red) dilempar ember cat membuatnya langsung mendatangi Yoto Wali Kelas anaknya tersebut. Saat itu malah Yoto menuding anaknya bandal dan di sekolah tersebut ada peraturannya.
“Habis mengaduh, saya datangi lah Wali Kelasnya. Saya tanyakan apa maksud dia main lempar begitu. Dengan gampang nya dia bilang anak saya bandal kali,” Ucap Andi.
Menurut Andi, jika anakknya berbuat kesalahan, maka guru wajib memberikan teguran terlebih dahulu. “Ini kena strap, kena lempar pula lagi. Dulu gitu juga, kepala anak saya di tokok. Kalau lawannya anak saya tidak diapain, artinya itu uda sepihak,” tuturnya.
Dikatakan Andi, sejauh ini Wali Kelas anakknya (Yoto-red) belum bertanggung jawab perihal kejadian, meski kejadian itu disaksikan guru-guru lainnya. “Saya sudah laporan sama mandor kebun, toke kerja saya. Mereka bilang akan menemui kepala sekolah untuk kelanjutannya. Tadi malam anak saya ini menjadi demam,”Tegas Andi dengan nada suara kecewa.
Sementara itu Yoto Wali Kelas korban dikonfirmasi melalui telepon selulernya sama sekali tidak memberitahukan penyebab kenekatannya memukul ember cat kepada korban melainkan meminta supaya korban dan orangtuanya datang ke sekolah untuk diselesaikan.
“Ya udah gini aja lah Pak, suruh aja lah korban dan orangtuanya datang supaya saya meminta maaf. Karena pihak kebun dan koordinator wilayah juga sudah datang kesini (Sekolah),” Katanya.
Ditempat terpisah, Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan, Herlince Br Purba menyatakan akan menindaklanjuti informasi kejadian korban GSS tersebut dengan mengkonfirmasi kepada kepala sekolah dan oknum Wali kelas tesebut.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






