MEDAN II
Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo tercatat sebanyak 353 siswa.Dan satu siswa harus dirujuk ke Medan untuk mendapatkan perawatan diruangan ICU.
Hal tersebut disampaikan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution, Jumat (14/8/2026) usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan di Kantor DPRD Sumut.
“Ini kejadian fatal, ya fatal berdampak kepada anak-anak kita. Data yang kita terima per hari ini tercatat 353 siswa,” kata Bobby.
Ia mengatakan satu korban sempat dirujuk ke Medan dan dirawat diruangan ICU.
“Ada satu dibawa ke Medan dirawat di ICU, tapi kondisinya sudah membaik,” ucap Bobby.
Sambung, Bobby agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.
Ia menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merealisasikan makanan bagi para penerima manfaat telah diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagaimana diberitakan sebanyak 279 siswa di Beraastagi diduga keracunan MBG.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus para pelajar yang terdampak berasal dari lima sekolah, yakni SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
Keluhan mulai dirasakan siswa pada Kamis siang, setelah mereka mengonsumsi MBG.
Gejala yang muncul beragam. Para siswa dilaporkan mengalami lemas, muntah, serta gatal di bagian mulut dan tangan. Dalam kondisi paling berat, terdapat siswa yang mengalami sesak napas.
Dan para siswa tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Untuk menu makanan yang dibagikan dalam program MBG, yakni ; berupa gulai ikan dencis, sayur kol, dan wortel. (ROM)






