SIANTAR
FD alias Ferdian (25) salah satu Buruh Harian Lepas (BHL) PT. STTC “dijemput” Unit Reskrim Polsek Siantar Timur saat kerja setelah diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan dua anak Ketua Rukun Warga (RW) 007 Tomuan yakni Bohadi Saragih alias Bohadi (25) dan Rizki Eka Putra Saragih alias Rizki (27), Rabu (12/8/2020) sore sekira pukul 16.30 WIB.
Pengeroyokan dilakukan secara brutal oleh Pelaku Ferdian bersama belasan temannya itu terjadi di halaman Gedung Olahraga (GOR) yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur pada hari Sabtu (8/8/2020) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Awalnya adik kedua korban yang masih duduk di bangku SMA terlibat adu mulut dengan adik Pelaku Ferdian. Lalu adik pelaku memberitahukannya kepada pelalu. Mendengar itu Pelaku menjegat adik korban saat bermain-main didaerah Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun bahkan di sandera.
Begitupun adik korban tidak diam saja melainkan menelepon dan memberitahukan kepada abangnya Bohadi (korban) sehingga Bohadi mengajak abangnya Rizki (korban) berangkat ke Rambung Merah dengan berboncengan mengendarai sepedamotor matic.
Setiba dilokasi, kedua korban menemukan adiknya sudah di sandera pelaku dan belasan temannya. Mengetahui itu banyak warga, pelaku dan belasan nya mengajak kedua korban bertemu di GOR untuk menyelesaikan masalah. Kedua korban pun menuruti ajakan Pelaku. Setiba di halaman GOR, kedua korban terkejut melihat pelaku sudah membawa puluhan temannya dengan sebahagian mengendarai mobil dan sebahagian lagi mengendarai sepedamotor.
Pelaku sempat melagakan adik korban dengan adik pelaku untuk berkelahi. Korban Bohadi tidak terima, tetapi pelaku dan teman temannya langsung mengeroyok kedua korban. Adik korban berhasil kabur menyelamatkan diri dengan menumpang sepedamotor warga yang ketepatan melintas kemudian memberitahukan kepada orangtuanya setiba dirumah.
Orangtua korban bersama keluarga langsung mendatangi GOR kemudian menemukan kedua korban sudah terkapar kondisi kondisi parah dan pingsan. Dimana muka kedua korban berlumuran darah. Kedua korban pun langsung dibawa ke RS Vita Insani yang hanya terletak sekitar 50 meter dari GOR.
Tidak terima telah dikeroyok, esok siang harinya, Minggu (9/8/2020) sekira pukul 13.00 Wib kedua korban yang sudah sadar dari pingsan dan memutuskan berobat jalan didampingi orangtuanya membuat laporan pengaduan ke Mako Polsek Siantar Timur. Atas keterangan kedua korban dan pemeriksaan saksi saksi, Hari Rabu (12/8/2020) sore sekira pukul 16.30 WIB Kanit Reskrim Polsek Siantar Timur AIPTU Krisman Sembiring bersama Tim Opsnal dan Kanit Intelkam “menjemput” pelaku saat kerja di PT STTC.
“Aku dan Pelaku itu sama sama BHL di PT. STTC sedangkan Abang ku Rizki sudah Karyawan tapi si Pelaku itu masih tiga bulan sebagai BHL,”ujar korban Bohadi Saragih ditemui wartawan dirumahnya yang terletak di Jalan Siatas Barita Gang Haruvino, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Hari Kamis (13/8/3020) sore sekira pukul 14.37 WIB.
Sementara itu, salah satu personil piket Polsek Siantar Timur ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengeroyokan itu dan Pelaku FD alias Ferdian sudah diamankan. “Masih satu diamankan, uda pun di sel dia. Itu juga mau dikembangkan. Tanya sama Pak Kapolsek aja lagi ya,” ujar personil yang tidak mau disebutkan nama nya itu singkat.
Sementara itu Kapolsek Siantar Timur IOTU Rudi Panjaitan sama sekali tidak berhasil ditemui karena tidak berada dikantornya.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






