PEMATANGSIANTAR II
Jenajah pria asal Jakarta Selatan (Jaksel) inisial BRS Bima (30) akhirnya dijemput bapak kandung Rahmad Setiawan (56) yang datang dari Kota Jakarta setelah satu malam dititip diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Kamis (11/6/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Korban (Bima-red) ditemukan meninggal gantung diri di kamar mandi kamar No. 201 Lantai II Omasare Kos Jalan Sipirok Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar diketahui pada hari Rabu (10/6/2026) sore sekira pukul 10.00 Wib.
Bapak kandung korban Rahmad Setiawan tiba diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih pada sore harinya. Namun saat itu Rahmad meminta pihak Kepolisian membantu mempertemukannya dengan pacar Bima inisial IN tersebut karena IN akan membantu biaya kepulangan jenajah Bima. Sore harinya personil Polsek Siantar Barat mempertemukan Rahamd dan IN disalah satu cafe didaerah Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat.
Kemudian Rahmad membuat sekaligus menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah Bima di Polsek Siantar Barat karena keluarga sudah menerima ikhlas Bima meninggal gantung diri.
Malam harinya sekira pukul 21.00 Wib setelah administrasi diruangan jenajah diselesaikan, Kanit Reskrim Polsek Siantar Barat IPDA Esron Pasaribu SH melakukan penyerahan jenajah Bima kepada bapak kandungnya Rahmad Setiawan untuk dibawa ke Kota Medan menggunakan mobil ambulans Bankom BARA Resor Siantar Simalungun.
Ditemui diruangan jenajah, Bapak kandung korban Rahmad Setiawan mengatakan Bima merupakan anak kedua dari tiga bersaudara hasil pernikahannya dengan isterinya Yuliati tapi dirinya dan isterinya sudah berpisah. Dirinya tinggal didaerah Cengkareng sedangkan Isteri bersama anak anaknya tinggal didaerah Pasar Minggu, Jaksel. Bima juga sudah menikah dan memiliki satu orang anak berumur 5 tahun namun sepengetahuannya Bima dan isterinya sudah berpisah dan sehari harinya Bima bekerja sebagai Barista Cafe di Jakarta.
Korban meninggal gantung diri di Kota Pematangsiantar baru diketahuinya dari anak sulungnya atau Kakak/abang kandung Bima bernama Ilham. Dimana Ilham mengetahuinya karena ditelepon pacar korban (IN). Kemudian Ilham menyuruh keluarga bicarakan penjemputan jasad korban dari Kota Pematangsiantar karena pacar korban IN tersebut bersedia membantu biaya kepulangan jenajah korban ke Jakarta.
“Saya tidak tahu anak saya ini pacaran dengan wanita itu (IN) karena ditutup tutupi dari saya. Yang tahu ini kakaknya (Ilham) karena kakaknya itu yang menjemput wanita itu setiap datang ke Jakarta. Saya sendirian yang datang karena saya ragu wanita itu akan membantu biaya kepulangan jenajah Bima dan ongkos tiket pun pesawat mahal. Keluarga juga tidak tahu Bima ini ke Kota Pematangsiantar, yang tahu teman Bima di Pasar Minggu yang langsung mengantarkan ke loket Bus ALS ,” ujarnya.
“Tadi sore Polisi sudah membantu pertemukan saya dengan wanita itu dan wanita itu memberikan uang bantu kepulangan jenajah Bima,” sambung Rahmad.
Lebih lanjut Rahmad mengatakan jenajah korban akan dibawa ke Kota Medan kemudian akan dibantu teman teman Kakaknya Bima di Komunitas mobil Avanza di Kota Medan untuk dibawa pulang ke Jakarta.
“Saya banyak dibantu komunitas mobil avanza mulai dari datang kesini sampai membawa jenajah Bima ini karena Ilham kakaknya Bima ini masuk komunitas mobil avanza di Jakarta,” pungkasnya.
Sementara itu sesuai pemberitaan sebelumnya, korban datang ke Kota Pematangsiantar naik bus ALS untuk menemui pacarnya IN dan sudah 2 hari menginap di Kamar No. 201 Lantai II Omasare Kos Jalan Sipirok. Namun pada Rabu (10/6/2026) sore sekira pukul 10.00 Wib IN menemukan Bima sudah meninggal gantung diri menggunakan seprai tempat tidur yang diikat di ventilasi kamar mandi kamar No. 201 Lantai II tersebut setelah meminta penjaga kos membuka paksa jendela pintu kamar karena pintu kamar terkunci dan Bima tidak bisa dihubunginya.
Menerima informasi Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho SH. MH bersama personil piket, Pamapta Polres Pematangsiantar IPDA Putra Sormin dan Tim Inafis datang ke TKP. Setelah olah TKP, Tim BPBD Kota Pematangsiantar membantu evakuasi jenajah Bima keruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih untuk visum.
Kenekatan Bima gantung diri diduga karena masalah hubungan asmarah dengan pacarnya IN tersebut. (JX)






