SIMALUNGUN
Kanit Lantas Polsek Parapat Polres Simalungun IPDA Hendri Koto bersama Briptu Anwar Giting (Banit Lantas) gerak cepat membantu evakuasi tiang listrik yang tumbang menimpa mobil dan menolong supir mengalami luka di Aek Nauli Desa Tanjung Dolok, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jumat(12/02) pagi sekira pukul 10.00 Wib.
Awalnya personil piket Horas Paten Polres Simalungun AIPTU Surya Darma menerima informasi dari masyarakat melalui notifikasi Panic Botton bahwa terjadi kemacetan arus lalulintas (Lalin) panjang didarah Aek Nauli Desa Tanjung. Selanjutnya AIPTU Surya Darma langsung meneruskan notifikasi itu keseluruh Persoil jajaran Polres Simalungun guna menghadirkan polisi datang kelokasi kejadian.
Mendapat notifikasi itu Kanit lantas Parapat IPDA Hendri Koto bersama Briptu Anwar Giting langsung gerak cepat datang keloksi kejadian melaksanakan tugas kepolisian dengan mengevakuasi tiang listrik yang tumbang menimpa satu unit mobil Toyota Kijang ketepatan melintas.
Tidak itu saja, IPDA Hendri Koto juga menolong supir mobil itu yang kondisi luka dengan membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat untu mendapatkan perobatan medis dan mengatur arus lalulintas yang sempat mengalami kemacetan.
“Kejadian tumbang nya tiang listrik itu bencana alam karena pergeseran atau terkikisnya tanah dimana tiang tersebut ditanamkan, sehingga membuat tidak seimbang dan jatuh lalu menimpa mobil toyota Kijang ketepatan melintas dari arah Parapat menuju Kota Siantar. Kita juga sudah menolong supir yang luka ringan ke ruma sakit,”ucap IPDA Hendri Koto.
Sementara Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut merupakan bencana alam sehingga dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara, karena saat ini cuaca dapat berubah-ubah, terlihat cerah namun tiba-tiba bisa terjadi hujan. Hal ini yang kita khawatirkan untuk daerah-daerah yang rawan longsor.
“Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun anda berada, dengan melaksanakan 5M yakni Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Membatasi Mobilitas dan Interaksi, Menjauhi Kerumunan,”kata AKBP Agus Waluyo mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






