SIMALUNGUN II
Pria berumur 55 Tahun inisial JMS ditemukan meninggal di gubuk ladang jeruk milik pensiunan PNS Merliana br. Haloho (69) yang terletak di Dusun payalulu, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, pada Selasa (18/7/2026) pagi sekira pukul 07.30 WIB.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba SH dikonfirmasi menjelaskan, sesuai keterangan saksi saksi bahwa awalnya pada Minggu siang (16/8/2026) sekira pukul 14.00 Wib pemilik ladang jeruk Merliana br. Haloho menghubungi nomor Handphone (HP) korban tapi tidak aktip. Selanjutnya pada hari Selasa (17/8/2026) pagi sekira pukul 07.00 WIB Merliana br. Haloho menghubungi saksi Sarmulia Sitio agar melakukan pengecekan ke gubuk nya.
Setiba di gubuk tersebut, saksi Sarmulia melihat gubuk terkunci dari dalam lalu menggeddor pintu tapi tidak di buka sehingga Sarmulia mengambil inisiatif mengait encel dari lua. Setelah pintu terbuka Sarmulia melihat korban tersandar ke dinding dan diduga sudah meninggal. Melihat itu Sarmulia menghubungi Merliana br. Haloho untuk melaporkan korban sudah meninggal dunia dan juga menghubungi aparat desa.
Tidak berapa lama Sekretaris desa (Sekdes) Rap Sondang H Purba datang ke TKP karena Pengulu Nagori Purba Rebin Perdiaman Sitio sedang ada urusan dinas. Melihat korban meninggal Sekdes tersebut melaporkan kejadian melalui Layanan Kepolisian Call Center 110 Polres Simalungun.
Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi bersama personil piket dan Inafis Polres Simalungun tiba di TKP. Saat itu tidak ditemukan tanda tanda kekerasaan ditubuh korban melainkan didalam gubuk tersebut ditemukan banyak bekas obat obatan jeruk dan bercampur dengan alat alat masak serta mesin pompa untuk menyemprot, Tim medis Puskemas Tigarunggu melakukan visum luar terhadap jenajah korban.
Sesuai keterangan warga bahwa bahwa korban selama ini tidak ada masalah dengan siapapun dan korban sering mengeluhkan sakit perut serta korban sudah pernah di bawa keluarganya berobat akibat sakit perut.
“Keluarga sudah membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenajah korban karena korban murni disebabkan sakit dideritanya. Jadi, Jenajah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo,” Pungkas AKP Verry. (JX)






