SIANTAR
Pria uzur, Jontara Samosir (63) warga Jalan Parsaguan Tambunan Desa SImpang Panen Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun mendadak jatuh dan meninggal di Kusuk Lulur Rita yang terletak di Jalan Pdt. J.Wismara Saragih Kompleks Perumahan Bersatu Maju Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar, Senin (4/10/2021) siang sekira pukul 12.30 Wib.
Awalnya Jontara mengendarai sepedamotor Honda Vario datang ke Kusuk Lulur Rita tersebut kemudian memesan minuman teh manis dan mengobrol dengan tukang urut atau terapis Rita Kurnia alias Gisel (23). Selang 30 menit, Jontara mengurungkan niatnya kusuk dan hendak pulang.
Namun saat berdiri tiba-tiba Jontara terjatuh. Mengetahui itu Rita atau dipanggil Gisel memberitahukan kepada Deritani (53) kemudian Deritani perrgi ke rumah bidan tetapi rumah bidan itu sudah tutup. Deritani dan Rita pun mencoba mencek nadi Jontara tetapi sudah tidak berdenyut.
Mengetahui Jontara sudah meninggal, Deritani pun melaporkan kejadian ke Mako Polsek Siantar Martoba. Tidak lama kemudian Kapolsek Siantar Martoba AKP Amir Mahmud SH bersama Kanit Reskrim IPTU B.R Simanjuntak dan personil piket serta Tim Inafis Sat Reskrim datang ke TKP.
Kapolsek pun memperintahkan anggotanya menghubungi keluarga Jontara yang ada di handphone (HP) yang ditemukan dikantong celana. Sekitar satu jam kemudian, anak bungsu Jontara bersama beberapa keluarga datang ke TKP.
Setelah mendengar kronologis kejadian, anak bungkus Jontara membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi dan menerima Jontara meninggal akibat penyakit jantung yang diderita kambuh karena Jontara memiliki riwayat penyakit jantung.
Tidak adanya keluarga merasa keberatan, Kapolsek diwakili Kanit Reskrim IPTU B.R Gultom menyerahkan jenajah Jontara dibawa anak bungsu nya ke rumah duka di jalan Parsaguan Tambunan Desa SImpang Panen Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun.
“Bapak itu (Jontara Samosir-red) tidak ada mengatakan mau kusuk tapi hanya memesan minuman teh manis dan kami ngobrol-ngobrol. Namun saat bapak itu berdiri hendak pulang tiba-tiba bapak itu jatuh dan meninggal,”Ujar Rita Kurnia alias Gisel singkat kepada wartawan.
Sementara itu Kapolsek Siantar Martoba AKP Amir Mahmud dilokasi mengatakan dari hasil olah TKP maupun ditubuh Jontara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan melainkan menemukan obat resep dokter dan kartu BPJS Kesehatan didalam dompet sehingga menduga Jontara meningal akibat serangan jantung.
“Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi dan menerima Jontara Samosir meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya,”kata Kapolsek.
Zippo Samosir anak bungkus Jontara Samosir kepada polisi mengaku bapaknya (Jontara Samosir-red) memang memiliki riwayat penyakit jantung dan baru berobat dari dokter spesialis jantung.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






