SIANTAR
Sudah jatuh, ketimpa tangga pula. Peribahasa ini lah dialami Diana (23). Diman sudah harus kehilangan tas nya dijambret dua orang tak dikenal (OTK), Diana yang diketahui tinggal di Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar mengalami luka robek dibagian kepalanya akibat tercampak ke aspal saat mau mempertahankan tas nya.
Kejadian jambret itu di Jalan Rajamin Purba depan SMPN 2, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, Jumat (5/3/2021) pagi sekira pukul 07.00 Wib.
Evi (30) salah satu warga sebagai saksi mata ditemui wartawan mengatakan pagi itu Diana bonceng tiga mengendarai sepedamotor jenis matic datang dari arah Jalan Kartini menuju arah Kampus USI Jalan Sisingamangaraja. Setiba dilokasi kejadian, tiba tiba sepedamotor dikendarai Diana dipepet dua OTK berboncengan mengendarai sepedamotor.
Lalu salah satu pelaku menjambret tas milik Diana. Spontan Diana berusaha mempertahankan tas nya itu tetapi usahanya itu sia sia karena Diana terhempas dari sepedamotornya lalu tercampak ke aspal bersama dua temannya. Kedua OTK itu langsung kabur dengan kecepatan tinggi.
Mengetahui kejadian jambret itu membuatnya ketepatan mau pergi berbelanja langsung mendatangi lokasi kejadian kemudian meminta tolong kepada warga yang ada disekitar lokasi kejadian untuk membawa Diana kondisi luka robek dibagian kepala, wajah dan tangan ke RS Rasyida Jalan Seram Atas.
“Aku tadi pas pau pergi belanja dan ku dengar korban (Diana-red) minta tolong. Rupanya korban dan dua temannya dijambret dua OTK. Kasihan aku lihat korban itu berdarah-darah, makannya aku minta tolong kepada warga membawa korban ke RS Rasyida. Nama korban itu si Diana katanya dan tinggal di Jalan Sibatu-batu. Kalau dua kawannya itu gak ku tanya pula namanya,”ujar Evi Evi saat ditemui wartawan.
Lebih lanjut, Evi yang tinggal ditempat usaha photocopy tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan seputaran Jalan Rajamin Purba sangatlah rawan terjadi jambret sehingga meminta kepada pihak kepolisian untuk rutin melakukan patroli. Apalagi disaat jam-jam rawan, termasuk di pagi hari hingga tengah malam.
“Sudah bisalah polisi rutin patroli, soalnya bukan satu atau dua kali aja kejadian yang sama disini. Hampir berulang kali, rata-rata para pelaku pakai jaket, kepalanya ditutup pakai topi jaketnya. Kemungkinan mereka anak-anak tanggung,”harapnya.
Sementara itu korban Diana tidak dapat ditemui di RS Rasyida karena sesuai pengakuan salah satu perawat bahwa korban Diana sudah dibawa keluarganya setelah mendapatkan pengobtan medis. “Diana sudah berobat jalan dibawa keluarganya,”ujar perawata itu singkat.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






