Seorang anak berusia 3 tahun, Gavi Barasa yang tingal di Dusun Sitapongan Desa Sion Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dilaporkan hilang. Dimana, Gavi sudah empat bulan dinyatakan hilang tapi hingga saat ini belum ditemukan.
“Sudah tiga bulan anakku Gavi Barasa hilang, tapi sampai hari ini belum juga ditemukan.Tolonglah, bantu kami untuk bapak-bapak polisi,” kata sang ibu, Sofrika Juni Br Situmorang ibu dari Gavi, Kamis (14/5).
Dengan linangan air mata, kata Sofrika anaknya Gavi merupakan anak ketiga dari empat bersaudara hilang sejak tanggal 24 Februari 2026 berbagai pencarian sudah dilakukan sejak kejadian juga membuat laporan resmi kepada polisi dan saat ini juga masih dilakukan.
“Terus aku mencari anakku itu, sekarang hanya melalui media sosial saja. Kami orang susah dari kejadian awal sudah dilaporkan ke polisi, tapi belum ada hasilnya.Tolonglah, kami dibantu,” ucapnya.
Dikatakan, Sofrika sejak kejadian hilang seluruh kepala desa bersama warga sudah mencari diseluruh desa, tapi tidak ada hasil.
“Waktu itu anakku lagi sama ompungnya (nenek) saya titipkan dan saya pergi ke sawah, dirumah ompungnya anakku bermain-main,” ucapnya.
Kata Sofrika dari cerita si ompung anaknya diberikan uang jajan karena hendak memasak nasi.
“Karena ompungnya mau masak nasi, dikasih jajan anakku dan tidak akan kemana-mana pasti bermain dekat rumah.Setelah dari dapur ompungnya tidak lagi melihat anakku, ditanya tetangga dekat tidak ada yang melihat,” katanya.
Namun, di kampung tersebut sekitar 100 meter ada sebuah warung, kata Sofrika saat pemilik warung ditanya ada melihat anaknya pergi ke arah jalan.
“Pemilik warung itu lagi jemur jagung, tapi melihat anakku si Gavi ke arah sebuah jalan.Tapi sampai sekarang juga tidak ditemukan,” katanya.
Hingga akhirnya, kata Sofrika membuat laporan ke Polsek Parlilitan.
Dari surat laporan orang hilang yang dikirimkan terlampir No OH/01/2026/HBS.
“Sudah saya laporkan kepada kepala desa, polisi sampai Dinas Perlindungan Anak.Tapi belum ada hasil,”kata Sofrika.
Sambung, Sofrika upaya pencarian sudah dilakukan seluruh pihak telah turun ke desa.
“Tapi ada yang janggal kami temukan saat mau ke pemakaman umum mau ziarah kami ada temukan abu bersama lengkuas.Dan sudah kami sampaikan ke polisi juga diambil abunya, sampai sekarang belum ada hasil apa pun,” kata Sofrika.
Bahkan, kata Sofrika untuk melakukan pemeriksaan sempat ditanya ternyata harus ke Medan dan butuh biaya.
“Kami hidup dikampung dan benar-benar susah. Jika ditanya biaya kami tidak punya ,” ujarnya seraya berharap seluruh pihak terutama kepolisian dapat membantu.
“Siapa pun yang bisa bantu tolonglah kamj temukan anakku ini.Bapak Kapolda juga, bantu kami,” tutupnya. (ROM)






