MEDAN II
Umat Buddha Kota Medan memperingati Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE), Minggu (31/5).
Peringatan ini ditandai dengan sembahyang di vihara-vihara, termasuk anggota DPRD Medan Dr Lily MBA, MH. Politisi PDIP ini melakukan sembahyang Waisak di Vihara Satya Buddha Purnama Jalan Lombok, Medan Timur.
Dr Lily mengatakan, peringatan Tri Suci Waisak merupakan hari suci umat Buddha yang merayakan tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sidharta Gautama, yaitu kelahiran Pangeran Sidharta, pencapaian Penerangan Agung (menjadi Buddha), dan wafatnya Sang Buddha (Parinibana).
Di Vihara tersebut, Dr Lily bersama umat Buddha lainnya melaksanakan ibadah Waisak Puja dipimpin Biksu A Lian Zu. Hal yang dilakukan dalam sembahyang tersebut adalah puja-puji Gatha Waisak, meditasi detik-detik Waisak, Lucky Dip Waisak dan pemandian rupang.
“Perayaan Hari Raya Waisak menjadi momentum bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Sang Buddha, sekaligus melakukan refleksi diri guna menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Lily.
Ia menjelaskan, pada perayaan Waisak, umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna hingga menjadi Buddha, serta parinibana atau wafatnya Sang Buddha.
Selain memperingati tiga peristiwa tersebut, perayaan Waisak juga diisi dengan tradisi memandikan rupang Buddha atau patung Buddha masa kecil, terutama yang melibatkan anak-anak dan generasi muda. Tradisi tersebut memiliki makna simbolis sebagai upaya membersihkan diri dari berbagai sifat negatif.
“Pemandian rupang Buddha melambangkan pembersihan diri dari pikiran kotor, kebodohan, dan keserakahan. Melalui tradisi ini, umat diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersih,” ujarnya.
Nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Waisak kata anggota Komisi 2 ini tidak hanya dipahami secara seremonial, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Buddha diharapkan mampu menumbuhkan kebajikan, mengendalikan diri, serta meningkatkan kualitas kehidupan spiritual maupun sosial.
Menurut Dr Lily, semangat Waisak menjadi pengingat bagi setiap orang untuk terus memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya.
“Selamat Hari Raya Waisak kepada bapak, ibu, dan seluruh umat Buddha yang merayakan. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (ROM)






