MEDAN II
Keluarga Winda Lauren Gowasa mantan istri polisi Brigadir IH yang bertugas di Polsek Medan Sunggal diduga bunuh diri memakai senjata api (senpi) di rumah mertuanya, Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia, Minggu (2/8/2026) tidak percaya anaknya bunuh diri, tapi diduga dianiaya.
“Saya tidak percaya ono’alawe (arti bahasa Nias ; anak perempuan, red) bunuh diri. Ini karena dianiaya tubuhnya banyak biru,” kata ayah korban, Sanalui Gowasa (56) kepada jurnalx.co.id, Rabu (5/8/2026).
Kata, Sanalui ditubuh anaknya terdapat luka-luka lebam biru, mata lebam merah dan ada bekas cekikan.
“Sudah bapak lihat tadi, ibunya menunjukan luka-luka itu,” ucap Sanalui dengan raut wajah sedih.
Sambung, Sanalui dirinya tidak yakin anaknya bunuh diri pakai pistol. “Ditubuhnya banyak biru-biru, apalagi pakai pistol polisi itu dan hasil autopsi pun belum kami terima,” ucapnya.
Kejanggalan lainya, kata Sanalui pihak keluarga tidak diminta izin untuk autopsi korban.
“Saya tidak percaya sama sekali anakku bunuh diri. Untuk autopsi kami sama sekali tidak dilibatkan,” katanya.
“Lihat saja jari tangan ada biru, kaki juga. Sudah bapak lihat kan, jika bunuh diri pasti itu tembus ini tidak ada dan darah pun tidak ada,” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan, Ica adik korban yang tidak percaya sang kakak bunuh diri memakai pistol.
“Jika bunuh diri pakai pistol itu kan biasanya tembus. Kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya, ini nggak, hanya ini (bagian depan wajah) dipotong. Terus bagaimana kakakku bisa belajar memakai itu? kan dia orang awam, tidak tahu cara memakainya. Apalagi ini pistol polisi,” kata Ica.
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita mantan istri polisi ditemukan meninggal di Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia, pada Minggu (2/8/2026) sore.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api. (ROM)






