MEDAN II
Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, mengapresiasi pembangunan Puskesmas Tuntungan di Jalan Bunga Melati, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan.
Namun, kata Binsar pihaknya meminta pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kualitas fisik gedung, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Politisi Partai Perindo yang duduk di Komisi 2 DPRD Medan itu menilai keberadaan Puskesmas Tuntungan harus menjadi bagian dari upaya memperkuat akses kesehatan masyarakat di wilayah Medan Tuntungan.
“Kita apresiasi pembangunan Puskesmas Tuntungan yang persiapan telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Medan Rico Waas. Tapi kita mengingatkan agar pembangunan fisik gedung tidak dikerjakan secara asal-asalan. Harapan kita juga selaras dengan harapan Pak Wali Kota Medan agar pelayanan kesehatan ditingkatkan, khususnya untuk masyarakat Medan Tuntungan,” kata Binsar kepada wartawan, Jumat (25/9).
Menurut politisi Partai Perindo itu, peningkatan fasilitas kesehatan tingkat pertama penting untuk mendukung arah kebijakan kesehatan Kota Medan, termasuk program Universal Health Coverage (UHC).
Untuk itulah, kata politisi dari Dapil 5 yang meliputi ; Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Selayang, dan Medan Sunggal ini bahwa perlu ada keseimbangan antara jaminan kepesertaan kesehatan dengan ketersediaan layanan di lapangan.
“Selain fasilitas yang memadai, jika memungkinkan kita harapkan layanan 24 jam karena wilayah Medan Tuntungan ini sangat luas cakupan wilayahnya.Terdapat 9 kelurahan dengan area yang sebagian berbatasan dengan Deli Serdang. Ini sebagai tahap awal penanganan agar dapat berlanjut ke rumah sakit,” ujarnya.
# Layanan 24 Jam
Binsar mengatakan gagasan pelayanan 24 jam tersebut perlu dikaji berdasarkan kebutuhan masyarakat, kemampuan fasilitas, ketersediaan tenaga kesehatan serta sistem rujukan yang berlaku.
Dikatakan Binsar, layanan Puskesmas yang dapat menangani kebutuhan kesehatan masyarakat di luar jam pelayanan reguler akan memberikan pilihan akses yang lebih dekat sebelum pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Hal tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan UHC di Kota Medan yang tidak hanya menitikberatkan pada cakupan kepesertaan, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan.
“Jadi jangan hanya membangun gedungnya saja. Kita berharap fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat dan masyarakat Medan Tuntungan mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dan cepat,” kata Binsar.
Selain pembangunan fisik dan jam pelayanan, Binsar juga menyoroti sumber daya manusia kesehatan.
Ia berharap Puskesmas Tuntungan memiliki tenaga medis yang cukup serta kompeten sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam hal ini, Binsar mendorong agar memungkinkan tersedia minimal satu dokter spesialis dengan bidang keahlian tertentu sehingga kasus kesehatan yang masih dapat ditangani di tingkat Puskesmas tidak seluruhnya harus langsung dirujuk ke rumah sakit.
“Ya, paling tidak ada satu tenaga dokter spesialis, jangan hanya dokter umum saja. Jadi, Puskesmas Medan Tuntungan ini bisa sedikit bertaraf rumah sakit,” katanya.
Binsar menegaskan, pembangunan Puskesmas Tuntungan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi momentum memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Medan Tuntungan.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung progres pembangunan Puskesmas Tuntungan, Kamis (24/9/2026) di Jalan Bunga Melati, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan.
Dalam peninjauan itu, Rico Waas meminta proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.
Ia juga menekankan agar pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada berdirinya bangunan baru. Lebih dari itu, kehadiran gedung puskesmas harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.
“Pelayanan puskesmas harus lebih bagus. Jangan sudah dibangun, tetapi pelayanan tidak meningkat,” jelas Rico Waas
Puskesmas Medan Tuntungan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian Pemko Medan yang akan dibangun dari nol yang diperkirakan rampung pada minggu ketiga Desember. Pembangunan ini merupakan bagian dari program pembangunan kembali tiga puskesmas serta revitalisasi 28 fasilitas kesehatan di Kota Medan.
Puskesmas Medan Tuntungan dibangun setinggi dua lantai akan dilengkapi dengan sekitar 30 ruangan multifungsi. Fasilitas pelayanan yang disiapkan meliputi Ruang Rawat Inap, Unit Gawat Darurat (UGD), Poliklinik, Laboratorium, hingga Ruang Farmasi. (ROM)






