MEDAN II
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memperkuat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Medan.
Kolaborasi ini bertujuan menekan angka pengangguran melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam program tersebut, sebanyak 94 pencari kerja diproyeksikan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang memperoleh pekerjaan sesuai bidang masing-masing.
Dari jumlah tersebut, tujuh peserta berasal dari kawasan Jermal, Medan, yang menjadi salah satu sasaran awal pelaksanaan program Poliran.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, Poliran merupakan salah satu program prioritas Kapolri yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mendorong kepedulian terhadap persoalan sosial, termasuk pengangguran.
Ia mengatakan program tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendata warga yang membutuhkan pekerjaan dan berminat mengikuti pelatihan.
“Pertemuan pertama yang kita lakukan minggu lalu masih bersifat pemetaan. Dari hasil pertemuan itu, kita mengidentifikasi para pencari kerja yang membutuhkan pelatihan. Kita berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya,” katanya, Kamis (22/10).
Calvijn menjelaskan, pelaksanaan Poliran akan dievaluasi dan diperbarui secara berkala setiap minggu. Setelah tahap pendataan, program dilanjutkan dengan pelatihan vokasi dan pemetaan peluang kerja agar peserta dapat diarahkan ke bidang yang sesuai dengan keterampilan serta kebutuhan perusahaan.
Ia menegaskan, kerja sama antara Polrestabes Medan, BBPVP Medan, dan APINDO merupakan bentuk komitmen bersama dalam membantu masyarakat memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja.
“Kami mencoba membantu mendata dan mencari para pencari kerja. Balai vokasi diharapkan memberikan pelatihan, sedangkan APINDO dapat menyampaikan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja. Kami meyakini upaya menekan angka pengangguran membutuhkan sinergi yang kuat,” katanya.
Calvijn juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan, dan dunia kerja.
Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes juga sempat menyapa warga di kawasan Jermal, Calvijn bertemu dengan Agus, warga yang sebelumnya bekerja di bidang event organizer (EO) dan berencana mengikuti pelatihan.
Ia berharap para peserta dari kawasan Jermal dapat memanfaatkan program tersebut untuk memperoleh keahlian baru dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Ketua APINDO Medan, Janlie pihaknya mengapresiasi inisiatif Polrestabes Medan melalui program Poliran. Menurutnya, dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai posisi dan kebutuhan perusahaan.
Ia mengatakan, APINDO langsung menyambut baik kerja sama tersebut karena salah satu tantangan yang dihadapi dunia usaha adalah menemukan calon pekerja yang tepat, terlebih jika belum memiliki keterampilan yang sesuai.
“ Ketika ditawarkan program ini, kami tidak berpikir dua kali untuk menyatakan dukungan. Ini program yang sangat bagus. Bagi dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja merupakan hal yang lumrah. Namun, persoalannya adalah bagaimana menemukan tenaga kerja yang tepat dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Janlie.
Ia menilai, kolaborasi dengan BBPVP Medan dapat membantu menyiapkan calon pekerja melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam hal ini Janlie berharap para pencari kerja mengikuti pelatihan berdasarkan minat dan kesungguhan masing-masing. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan dapat diarahkan kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tersebut.
“Prinsipnya, the right man in the right place. Kita berharap melalui program ini, para pencari kerja mendapatkan pelatihan yang sesuai, kemudian dapat disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan para calon pekerja agar bersungguh-sungguh dalam menjalani pekerjaan yang nantinya diperoleh. Menurutnya, keterampilan dan kemauan untuk bertahan serta beradaptasi di lingkungan kerja merupakan bagian penting dalam meningkatkan taraf hidup.
Janlie berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Amran, S.T., mengatakan, di BBPVP memiliki program pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mempersiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia usaha maupun membuka peluang usaha mandiri.
Dikatakan Amran, program pelatihan yang dijalankan BBPVP Medan menjangkau masyarakat di tiga provinsi.
Disampaikan, Amran bahwa jumlah peserta pelatihan tahun ini ditargetkan mencapai 27 ribu orang, sementara pelaksanaan pelatihan juga dilakukan secara berkala setiap tahun.
Menurut Amran, salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pelatihan adalah menjangkau masyarakat pengangguran yang benar-benar membutuhkan peningkatan keterampilan. Karena itu, keterlibatan Polri melalui Poliran dinilai dapat membantu memperluas akses informasi dan pendataan calon peserta.
“Kami cukup kesulitan mencari akses kepada masyarakat pengangguran. Dengan bantuan Polri, kami berharap dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelatihan,” ujarnya.
Amran menekankan bahwa pelatihan harus mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha yang tersedia.
” Jangan sampai peserta telah menyelesaikan pelatihan, tetapi tidak memiliki akses terhadap lowongan pekerjaan atau peluang usaha yang sesuai ,” kata Amran.
Ia juga berpesan kepada peserta agar tidak terlalu membatasi pilihan pekerjaan pada tahap awal memasuki dunia kerja.
“Jangan melepas pekerjaan pertama sebelum mendapatkan pekerjaan kedua. Jangan terlalu memilih-milih pekerjaan. Siapa tahu pekerjaan itu menjadi jalan untuk kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (ROM)






