MEDAN II
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta merawat kebinekaan di Sumatera Utara.
Ajakan tersebut disampaikan Sonny saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan jajaran INTI Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10).
Kapolda Sumut tiba bersama Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan.
Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., serta jajaran pengurus dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Ketua PD INTI Sumut Janlie mengapresiasi kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan.
Ia menjelaskan, INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.
“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujar Janlie.
Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin turut menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.
Sementara itu, Kapolda Sumut Sonny Irawan menegaskan, menjaga keamanan dan persatuan bangsa bukan hanya menjadi tugas Polri, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Sonny.
Ia juga mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Selain persoalan keamanan, Sonny menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Ia mendorong pendekatan persuasif dan edukatif agar masyarakat semakin disiplin serta saling mengingatkan untuk mematuhi aturan.
Kapolda mengimbau pengendara menggunakan helm, mematuhi marka jalan, tidak melawan arah, serta mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.
“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi sekaligus penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI. (ROM)






