MEDAN II
Mangihut Sinaga, S.H., M.H selaku Dewan Pembina Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB), menegaskan bahwa terpilihnya Sairon Sinaga sebagai Ketua Umum PPTSB se-Dunia periode 2026–2031 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum menyatukan kembali seluruh pomparan Toga Sinaga dan Boru di berbagai penjuru dunia.
Bahkan, Mangihut menyebut Sairon kini mengemban tanggung jawab besar sebagai pemimpin atau Presiden Sinaga se-Dunia. Karena itu, Mangihut mengingatkan agar seluruh anggota tidak hanya berhenti pada dukungan saat pemilihan, tetapi ikut bertanggung jawab menyukseskan kepemimpinan selama lima tahun ke depan.
Pesan tersebut disampaikan Mangihut dalam acara pelantikan Ketua Umum PPTSB se-Dunia hasil Musyawarah Besar (Mubes) XVI yang berlangsung di Hotel Aryaduta Medan, Minggu (1/11/2026).
Di hadapan ratusan utusan yang datang dari berbagai daerah, mulai Papua hingga Aceh, Mangihut secara khusus meminta seluruh dinamika dan perbedaan selama Mubes diakhiri. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi organisasi, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi landasan utama.
“Saya berpesan, jangan kita hanya datang menyukseskan, dia terpilih menjadi Ketua. Yang lebih penting, kalau niat tulus kita memang ingin memberikan kepada Saudara Sairon ini menjadi pimpinan, mulai hari ini kita harus bertanggung jawab semua untuk menyukseskan kinerjanya lima tahun,” tegas Mangihut.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi kelompok yang merasa menang atau kalah setelah Mubes. Seluruh pomparan harus kembali merajut persaudaraan dan membangun PPTSB secara bersama-sama.
“Kalaupun ada kita berbeda kemarin, lupakanlah. Sejak hari ini, kita rajut kembali persaudaraan yang utuh. Jangan kita menciptakan sesuatu yang membuat PPTSB ini tercabik-cabik,” ujarnya.
Tidak hanya berbicara soal persatuan, Mangihut yang mengaku telah memiliki pengalaman sekitar 12 tahun dalam perjalanan organisasi PPTSB juga memberikan catatan kritis terhadap kepengurusan sebelumnya.
Ia mengaku prihatin karena sejumlah departemen dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, bahkan tidak menyampaikan pertanggungjawaban kinerja secara maksimal.
“Saya sangat prihatin kemarin kinerja daripada departemen-departemen tidak ada dipertanggungjawabkan karena tidak bekerja. Ketua Umum yang lama tidak bisa mempertanggungjawabkan karena memang tidak bekerja,” ucapnya.
Untuk itu, Mangihut meminta Sairon segera melakukan pembenahan organisasi dengan menggelar rapat perdana pada Januari mendatang.
Ia juga mendorong agar setiap departemen memiliki kontrak kerja dan target yang jelas sehingga seluruh pengurus dapat dievaluasi berdasarkan hasil kerja.
“Semua departemen harus bekerja.Harus. Supaya nyata bahwa kita berubah daripada yang lalu menjadi lebih baik. Jangan dilantik jadi pengurus, lima tahun tidak pernah ada kerja pun tidak ada,” kritiknya.
Menurut Mangihut, jabatan dalam organisasi bukan sekadar kehormatan atau simbol, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui pengabdian dan kerja nyata.
Ingatkan Sairon Jaga Wibawa
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Mangihut juga menyampaikan pesan pribadi kepada Sairon Sinaga agar mulai mempersiapkan diri menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin seluruh pomparan Toga Sinaga dan Boru.
Ia mengingatkan Sairon untuk menjaga kesehatan, penampilan, serta wibawa sebagai Ketua Umum PPTSB se-Dunia.
“Jadi mulai sekarang jaga performamu anggia, rokokmu kurangi. Kamu bukan lagi Ketua Wilayah, ini Ketua Umum, Presiden Sinaga se-Dunia kamu. Jaga wibawamu, jaga kesehatanmu. Pendukungmu ini jangan sampai kecewa,” pesannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelantikan, sekaligus menggambarkan besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundak Sairon.
Sairon: Saya Ketua Umum
Sementara itu, Ketua Umum PPTSB se-Dunia periode 2026–2031, Sairon Sinaga, dalam sambutan perdananya menegaskan bahwa dirinya bukan hanya pemimpin bagi kelompok yang mendukungnya saat Mubes, melainkan ketua umum bagi seluruh pomparan Toga Sinaga dan Boru.
“Saya bukan hanya ketua umum bagi pendukung, tapi ketua umum bagi semua pomparan Toga Sinaga. Semua kita menang,” tegas Sairon.
Ia juga menekankan bahwa kebersamaan merupakan kunci utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, pekerjaan besar membangun PPTSB tidak mungkin diselesaikan hanya oleh seorang ketua umum.
“Satu pun jangan ada yang menangis. Semua harus dalam kebersamaan. Dan inilah kerja berat yang butuh dukungan dan kebersamaan semuanya,” katanya.
Sairon berharap seluruh pengurus dan anggota dapat memberikan dukungan serta bekerja sama demi kemajuan organisasi.
Ia mengungkapkan, dirinya bukan orang baru dalam perjalanan PPTSB. Sejak 2006, ia telah terlibat dalam kepanitiaan Mubes, pernah menjadi Ketua Seksi Dana, mendampingi Ketua Pembina selama 10 tahun, serta empat tahun berada di kepengurusan pusat. Total sekitar 16 tahun pengabdian telah dilaluinya.
Sairon juga menegaskan penggunaan nama PPTSB se-Dunia karena pomparan Toga Sinaga telah tersebar hingga berbagai negara di luar Indonesia.
Mubes XVI PPTSB yang berlangsung sejak 29 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut ditutup dengan doa bersama. Sebelumnya, acara pelantikan diawali dengan ibadah Minggu dan berlangsung dalam suasana sakral yang kental dengan adat dan budaya Batak. (ROM)






