MEDAN II
Membangun budaya tertib berlalu lintas membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di Polrestabes Medan di Aula Rupatama Polrestabes Medan, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H serta melibatkan Forkopimda, mahasiswa, dan pelajar SMA se-Kota Medan. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan lalu lintas sekaligus menampung gagasan, kritik, dan masukan dari masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam diskusi tersebut, Kapolrestabes Medan menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Penegakan aturan perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan kesadaran masyarakat agar tercipta perilaku berkendara yang aman dan disiplin.
Kapolrestabes Medan juga mengajak mahasiswa dan pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, mulai dari mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm berstandar SNI, tidak berkendara secara ugal-ugalan, hingga mengingatkan lingkungan sekitar agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan FGD tersebut diperkuat dengan Deklarasi Kamseltibcarlantas dan penandatanganan fakta integritas. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, dan pelajar diharapkan mampu mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas di Kota Medan.
Melalui kegiatan ini, Polrestabes Medan terus mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam berkendara, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi. Dengan kesadaran dan kepedulian bersama, lalu lintas Kota Medan diharapkan semakin aman, tertib, dan berkeselamatan.(ROM)






