SIANTAR
Program Sembako Bantuan Pangan Non Tunai atau disebut BPNT, kini mulai disalurkan untuk masyarakat Kota Siantar. Penyaluran Bantuan Sosial dari Pemerintah RI melalui Kemensos itu juga sudah berjalan sejak, Senin (18/1) pagi sekira jam 09.00 WIB sampai paling lama Kamis (21/1) sore sekira pukul 16.30 WIB.
Penyaluran dibuat melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-warung atau agen Brilink yang menjadi penyalur BPNT. Meski sudah tersalurkan, jumlah penerima BPNT ternyata berkurang. Itu terjadi sesuai dengan penetapan yang diperbuat oleh Kemensos.
“Jumlah penerima berkurang sebanyak 2.364 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai penetapan dari Kemensos,” ujarnya Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Siantar, Drs. Risbon Sinaga ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (19/1/2021) sore.
Sebaliknya, Risbon menjelaskan yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk masyarakat Kota Siantar saat ini sebanyak 12.872 KPM. Tetap melalui mekanisme akun elektronik di e-warung atau agen Brilink yang menjadi penyalur BPNT. Yakni ada 64 e-Warung atau agen Brilink yang tersedia di Kota Siantar.
Data penerima saat inimerupakan keputusan Dinas Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Nomor 1933/1. 7/DI.01/11/2020 tanggal 24 November 2020 tentang Pemadanan Data Bayar Program Sembako dengan DTKS Periode Oktober 2020.
Serta hasil pemantauan terhadap Penerima Bantuan Sosial Program Sembako Tahun 2020. Risbon menambahkan, bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima Bansos Sembako akan menerima Rp200 ribu setiap bulannya selama satu tahun. Sedangkan uang bantuan bansos program Sembako/BPNT akan disalurkan langsung ke rekening si penerima.
Penyaluran turut dimonitoring Dinas Sosial P3A, Korda Bansos Pangan, Pendamping Kecamatan dan Pihak Kelurahan. Bantuan Sosial BPNT tersebut juga harus dibelikan berupa sembako, tdk bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai
“Sesuai dengan juknisnya, bantuan Sembako yg diterima KPM, harus ada 4 unsur yang masuk pada komoditi yang dikonsumsi, seperti unsur karbohidrat, unsur protein nabati, unsur protein hewani dan unsur nitamin atau buah-buahan,”jelasnya.
Lebih lanjut Risbon mengimbau kepada seluruh E-warung, agar melayani KPM dengan pelayanan prima, dan mewajibkan supaya KPM tetap untuk mematuhi Protokoler Kesehatan 3 M. Yakni harus memakai masker, menjaga jarak, serta harus mencuci tangan.
“Saat ini pihak Kelurahan dan Dinas sosial P3A, sedang melakukan Pemutahiran Data KPM, sesuai Surat Kemensos. Saya harapkan pada periode berikutnya tidak ada lagi data yang tidak valid, agar seluruh KPM tidak ada lagi yang saldonya sampai kosong,”kata Risbon Sinaga mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






