SIANTAR
Adiknya Charles Bronson Nababan (41) hilang dan tak kunjung ditemukan pihak Yayasan Rehablitasi Minyak Narwastu, abang kandungnya Jhon Indris Nababan (47) warga Citayang, Bogor mengaku kecewa.
“Kami kecewa sekali dan tidak merasa puas karena sampai saat ini belum ditemukan apalagi selama adik saya itu rawat di Yayasan Rehabilitasi itu bayar setiap bulannya. Adik saya itu hilang sejak tanggal 19 Agustus 2020,”Ujar Jhon Idris Nababan didampingi isterinya di Kantor Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar, Jumat (4/12/2020) pagi sekira pukul 14.30 Wib.
Jhon menjelaskan, adiknya itu dirawat di Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari tersebut mulai tanggal 29 Juli 2017 karena penyakit stress. Isteri adiknya yang bernama Hetty boru Manullang mulai bulan pertama hingga ketiga membayar Rp3 juta setiap bulannya kemudian bulan keempat hingga sebelum hilang pada bulan Agustus 2020 membayar Rp1 juta setiap bulannya.
“Tidak ada perkembangan kesehatan adik saya itu selama dirawat di Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu itu karena hanya setiap satu menit saja di telepon video call bagus,”jelasnya.
Ditambahkan, kekecewaan nya itu didasari pihak Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu tidak langsung membuat laporan pengaduan hilangnya adiknya itu kepihak kepolisian melainkan satu bulan kemudian. Begitupun pihak Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu diharapkan bertanggung jawab untuk secepatnya menemukan keberadaan adiknya tersebut karena keluarga khususnya isteri dan kedua anaknya masih sangat membutuhkan adiknya tersebut.
Kemudian pihak Polres Siantar juga diminta supaya mengusut kejadian hilangnya adiknya tersebut sehingga diketahui apa benar benar adiknya itu hilang akibat kabur karena sepengetahuannya akses jalan keluar dari Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu hanya melalui pintu gerbang depan yang terdapat petugas jaga.
“Baru satu bulan setelah hilangnya adik saya itu pihak Yayasan Rehabilitasi baru melaporkan ke Polres Siantar. Itu pun karena isteri adik saya itu yang kedua kalinya datang ke Yayasan Rehabilitasi itu dan diminta surat kuasa untuk melapor. Kami minta supaya pihak kepolisian mengusut laporan pengaduan hilangnya adik saya itu secara transparan,”kata Jhon Idris Nababan mengakhiri.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar, Drs. Risbon Sinaga ditemui diruangan kerjanya mengatakan hilangnya pasien bernama Charles Bronson Nababan dari Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu tersebut baru diketahuinya setelah abang kandungnya Jhon Idris Nababan datang menemuinya.
“Setelah adanya laporan abang kandungnya itu, saya langsung menelepon pihak Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu supaya menyuruh datang ke Kantor Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar supaya menjelaskan hilangnya pasien itu tapi tidak hadir,”ujarnya.
Risbon menambahkan pihaknya sudah langsung menyebarkan informasi hilangnya pasien Charles Bronson Nababan itu ke grup WhatsApp (WA) Relawan dan Kelurahan dibawah nauangan Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar. “Dinas Sosial dan P3A Kota Siantar hanya bisa sebatas koordinasi saja dengan pihak Yayasan Rehabilitasi yang ada di Kota Siantar ini. Mudah mudahanlah bisa secepatnya pasien Charles Bronson Nababan ditemukan karena sudah langsung saya sebarkan ke grup WA Relawan dan Kelurahan,”tegas Risbon Sinaga.
Ditempatt terpisah, Purnama Silalahi dari pihak Yayasan Rehabilitasi Minyak Narwastu Kota Siantar dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan hilangnya pasien Charles Bronson Nababan tersebut dan pihaknya sudah berusaha melakukan pencarian hingga ke kampung pasien tersebut tetapi tak kunjung menemukannya.
“Kita sudah melaporkan hilangnya pasien kita itu ke Polres Siantar. Lagian ada kesepakatan kita dengan pihak keluarga bila pasien keluarga itu kabur harus sama sama mencari,”katanya singkat.
Adapun ciri ciri pasien Charles Bronson Nababan tersebut umur 41 tahun dan tinggi badan 170 Centi meter (Cm) dan warga Jalan Karya Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






