MEDAN II
Berbagai persoalan warga mencuat dalam kegiatan Reses V Masa Sidang II Tahun 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Agus Setiawan, di Jalan Samarinda, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan warga, dikeluhkan persoalan bantuan sosial ( bansos), sistem admistrasi kependudukan ( aminduk), lampu jalan dan lainya.
Salah satu warga Tuti, warga Jalan Amaliun, menanyakan persyaratan pemecahan Kartu Keluarga (KK).
Lain halnya dengab Murni, warga Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota yang mengeluhkan lampu jalan yang padam.
Dan Fitri mempersoalkan akar pohon yang merusak pekarangan rumahnya di Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota.
Menanggapi persoala adminduk, dikatakan Farida dari Disdukcapil Kota Medan untuk pemecahan Kartu Keluarga ( KK) dapat diajukan dengan permohonan bagi warga yang telah berkeluarga atau memiliki kehidupan terpisah dari keluarga inti.
Terkait lampu jalan, anggota DPRD Kota Medan Agus Setiawan meminta agar menyerahkan titik lokasi lampu yang padam.
Ia menyebut akan menyampaikan langsung kepada pejabat Dinas Perhubungan Kota Medan, meski perwakilan dinas tersebut tidak hadir dalam reses.
“Biasanya pengerjaan sekitar sepekan, tapi kita minta dipercepat,” kata Agus.
Untuk persoalan akar pohon, Agus menyatakan akan mengoordinasikan SDABMBK dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan.
Dikatakan, anggota Komisi 3 DPRD Kota Medan itu pihaknya meminta Pemerintah Kota ( Pemko) lebih aktif memantau kondisi pohon-pohon tinggi yang berisiko tumbang dan menyebabkan korsleting listrik.
Selain itu, Agus mendesak dinas terkait bersama unsur kecamatan dan kelurahan melakukan pengecekan drainase sebelum musim hujan.
Kata, Agus politisi dari di Dapil 4, seperti Kotamatsum I, Sukaramai, dan Amplas, rawan banjir sehingga membutuhkan pengorekan dan penanganan langsung.
Kata, Agus dirinya akan turun secara langsung ke lapangan tanpa fasilitas kedewanan untuk mengetahui persoalan warga secara langsung.
“Sesuai dengan tagline Aduan Gampang Urusan Selesai yang disingkat Agus juga saya akan turun langsung setiap ada keluhan warga,” katanya.
Sebagai contoh, Agus menyinggung pelaksanaan eksekusi pedagang Pasar Sambas.
Ia mengaku meminta agar eksekusi ditunda sementara, memberi kesempatan pedagang berjualan sejak perayaan Imlek hingga Lebaran, sembari mencarikan solusi relokasi.
Namun, dalam kegiatan itu Agus tak lupa mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada umat Islam serta selamat Tahun Baru Imlek 2026.
Juga dikatakan, Agus semua aspirasi yang disampaikan warga menjadi catatan dan masukan bagi DPRD untuk di teruskan kepada Pemkot Medan melalui sidang paripurna guna di tindaklajuti menjadi program pembangunan.
“Jadi inilah gunanya Reses, kami jadi tahu apa yang menjadi keluhan bapak-ibu terkait dengan pembangunan Kota Medan.Dan nanti akan kami sampaikan kepada saudara Wali Kota Medan dalam paripurna laporan reses,” tutup Agus.
Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Tugas Camat Medan Kota Endang Wastiani, perwakilan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Jaka Lesmana, perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan Farida, serta Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Mesjid Syahriman. (ROM)






