MEDAN II
Anggota DPRD Kota Medan dari Partai Perindo, Binsar Simarmata mengingatkan kalangan pelajar agar Pancasila tidak hanya sebatas untuk dihafalkan dalam agenda upacara di sekolah dan juga dalam pelajaran, tapi dapat diimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila itu dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, mayarakat dan didalam rumah.
Hal itu disampaikan Binsar Simarmata saat melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat, Sabtu (8/8/2026) di halaman SMP Swasta Katolik Assisi, Jalan Anggrek Raya, Simpang Selayang, Medan Tuntungan.
Dikatakan, Sekretaris Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan itu, kelima sila Pancasila memiliki keterkaitan satu sama dengan yang lain.
“Pancasila sebagai dasar negara kita, tapi setiap sila Pancasila saling berhubungan dengan sisi kehidupan kita sehari-hari untuk dapat diterapkan, termasuk di sekolah ini,” kata Binsar.
Ia mengatakan pada sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa,” dimana agar setiap siswa agar tetap memiliki sikap toleransi.
“Untuk sila pertama ini banyak hal yang patut menjadi contoh. Dimana dalam lingkungan sekolah berteman tanpa membedakan agama dan saling menghormati bagi yang sedang beribadah. Termasuk di lingkungan tempat tinggal dan adik-adik berteman tanpa melihat status agama,” katanya.
Sambung, Binsar terkait pada sila kedua “Kemanusian Yang Adil dan Beradab” agar setiap siswa bertanggung jawab kepada tugas-tugas yang diberikan juga menolong sesama siswa.
“Jadi apa yang menjadi tugas seorang siswa, maka belajar dengan sungguh-sungguh dan laksanakan perintah bapak dan ibu guru. Termasuk di rumah agar belajar dan mematuhi apa yang diminta orang tua. Jadi, jika diminta membantu ibu ya silahkan bantu termasuk untuk belajar jangan main game pula. Ini semuanya untuk kebaikan dan masa depan adik-adik juga,” paparnya.
“Untuk sila ketiga yang Persatuan Indonesia.Ini jangan sampai luntur adik-adik tunjukan rasa cinta tanah air dengan mengikuti upacara bendera. Juga jaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk dirumah jika diminta ibu menyapu atau cuci piring agar dilaksanakan. Jangan adik-adik menolak karena ini dapat membuat pertengkaran jadi persatuan harus dijaga,” sambung Binsar.
Disambung, anggota Komisi 2 DPRD Medan yang membidangi pendidikan itu pada keempat ” Kerakyatan Yang Dipimpi Oleh Hikmat Kebijaksaanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.
Dimana, Binsar memberikan contoh kepada siswa yang hadir agar didalam setiap tugas yang diberikan guru benar-benar dapat dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab.
“Juga, dirumah apa yang diperintahkan orangtua ya laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab juga lakukan diskusi bersama orangtua baik bapak maupun ibu bila ada kesulitan dalam tugas,” katanya.
Terkait dengan sila kelima, kata Binsar yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” agar setiap siswa dapat bekerjasama disetiap kelas untuk saling membantu membersihkan ruangan kelas juga dapat menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
“Kalau ruangan kelas adik-adik kurang bersih bersama-sama dengan teman lainya bersihkan saling bergotong royong. Termasuk dirumah agar membantu ibu dan adik, dimana saling berbagi tugas lah,” ujarnya.
Ia berharap pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak berhenti pada kemampuan masyarakat menghafalkan lima sila, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini turut hadir Dr Berlin Simarmarta, Dosen Universitas Katolik Santo Thomas yang memberikan paparan tentang wawasan kebangsaan.
Kegiatan ini turut dihadiri Suster Veronika Sitanggang, Kepala SMP Assisi, Inter Zalukhu, Sekretaris Pemuda Katolik Sumit dan kalangan guru.
Dalam kegiatan ini untuk menunjuk kultur budaya sebagaimana diamanatkan dalam nilai Pancasila turut dibawakan tarian etnis dari ragam suku.
Penempatan Dishub
Namun, tak lupa kalangan guru meminta kepada Binsar Simarmata sebagai anggota DPRD Kota Medan agar dapat membantu dengan berkordinasi kepada Dinas Perhubungan ( Dishub) Kota Medan untuk penempatan personel.
“Kami mohon, Pak agar bisa disampaikan kepada Bapak Wali Kota Medan agar bisa menempatkan personilnya di sini. Termasuk di ujung jalan sekolah Jalan Setia Budi agar ada petugas Dishub untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu anak-anak menyeberang,” kata Suster Veronika Sitanggang, Kepala SMP Assisi.
Menyahuti akan hal ini, Binsar Simarmata menyatakan agar segera berkordinasi dengan Dishub Kota Medan. (ROM)






