KARO II
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi berlangsung selama 991 detik dengan tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 3,5 kilometer dan bergerak ke arah timur-tenggara.
Hingga pukul 11.25 WIB, aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung. Berdasarkan pemantauan sementara, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan akibat peristiwa tersebut.
Menyikapi kondisi itu, Satbrimob Polda Sumut langsung meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi dilakukan bersama Roops Polda Sumut, Polres Tanah Karo, BPBD dan Basarnas guna mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.
Satbrimob Polda Sumut menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 100 personel yang dipimpin Danyon A Pelopor Kompol Abdul Holid, S.Sos., M.H.
Personel tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengerahan kekuatan tambahan.
Selain kekuatan personel, sejumlah kendaraan dan peralatan pendukung juga telah disiapkan. Di antaranya kendaraan operasional, mobil repeater, truk angkut, kendaraan dapur lapangan, water treatment, sepeda motor, tenda pleton, helm, sepatu boot, peralatan kebersihan, alat komunikasi hingga drone.
Di wilayah Kabupaten Karo, sekitar 100 personel Polres Tanah Karo juga disiagakan untuk melakukan pemantauan dan membantu pengamanan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
Sementara itu, satu SSK personel Satbrimob Polda Sumut telah melaksanakan apel penugasan yang dipimpin Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Dwi Tunggal Jaladri, S.H., S.I.K., M.Hum.
Usai apel, personel langsung bergerak menuju Polres Tanah Karo untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah sekitar kawasan Gunung Sinabung.
Polres Tanah Karo bersama jajaran Forkopimca dan pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG di Desa Ndokum Siroga untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas Gunung Sinabung.
Petugas juga terus memberikan imbauan kepada masyarakat, pengunjung dan pelaku wisata agar tidak memasuki kawasan zona merah serta segera meninggalkan area yang masuk dalam kawasan berbahaya sesuai rekomendasi PVMBG.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan mengatakan, Polda Sumut bersama seluruh instansi terkait langsung melakukan koordinasi dan pemantauan guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman.
Selain itu, kesiapan personel dan sarana prasarana terus disiapkan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi perkembangan situasi.
“Polri bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung. Kami juga memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu masyarakat,” ujar Ferry.
Ferry menjelaskan, sejumlah desa di sekitar Gunung Sinabung dilaporkan terdampak hujan abu vulkanik tipis. Namun, hingga saat ini kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas masyarakat.
Wilayah yang terdampak abu vulkanik tipis meliputi Desa Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Sigaranggarang, Sukanalu dan Sukandebih.
“Untuk sementara, abu yang turun di sejumlah desa masih tipis dan tidak mengganggu aktivitas warga. Meski demikian, masyarakat tetap kami imbau untuk mengikuti arahan petugas dan rekomendasi dari PVMBG,” katanya.
Ia kembali menegaskan agar masyarakat tidak mendekati kawasan berbahaya yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas maupun PVMBG,” tegas Ferry.
Hingga saat ini, personel gabungan masih melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap kemungkinan dampak erupsi Gunung Sinabung.
Polda Sumut memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut. (ROM)






