SIANTAR
Warga yang tinggal diseputaran Jalan Sumbawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar tiba tiba heboh pada hari Kamis (25/7/2019) sore sekira pukul 15.30 Wib. Sempat diberi minum minuman aqua tiba tiba sesosok pria belum diketahui identitasnya atau tanpa identitas tewas dipinggir jalan.
Informasi dihimpun, sore itu pria berambut pendek itu sudah berjalan kaki sempoyongan dengan penampilan seperti orang gelandangan. Pria itu juga sempat masuk kesalah satu warung menjual miso kemudian malah keluar melalui jendela sehingga mengenai gerobok miso.
Ketua Rukun Tetangga (RT) sempat sempat memberikan pria itu minum minuman aqua lalu pria itu berjalan tanpa arah dan tujuan. Setiba didekat Poskamling, tiba tiba pria itu terjatuh dan terkapar ditanah pinggir jalan Sumbawa tersebut.
Tidak lama kemudian Lurah Bantan datang kelokasi tetapi pria itu ditemukan sudah tewas. Tidak ada satu pun warga setempat mengenali wajah ataupun identitas pria tersebut. Kapolsek Siantar Barat Resort Polres Siantar IPTU Subagya bersama para personilnya datang kelokasi dan langsung mengevakuasi jejanajah pria itu keruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar untuk dilakukan visum.
Sementara itu Kapolsek Siantar Barat IPTU Subagya ditemui diruangan jenajah mengatakan dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda mencurigakan atau berhubungan dengan tindak pidana kriminal karena pria diperkirakan berumur 40-50 tahun itu dilihat warga setempat masih hidup dengan berjalan kaki sempoyongan dan nafas satu satu lalu tiba tiba terjatuh dan meninggal.
Subagya menambahkan tim identifikasi Satuan Reskrim Polres Siantar telah diturunkan untuk mengidentifikasi identitas mayat pria itu melalui jari kedua tangan menggunakan alat elektronik KTP atau E-KTP akan tetapi sangat disayangkan identitas mayat pria itu tidak berhasil diketahui karena diduga belum menggunakan kartu pengenal elektronik KTP.
“Hingga saat ini mayat pria itu masih dititip diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar karena masih dilakukan pencarian terhadap identitas maupun keluarganya,”ujar IPTU Subagya mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






