SIMALUNGUN
Tampaknya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Pematangsiantar yang terletak di jalan Pemasyarakatan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) ternyata belum bersih dari Peredaran Narkoba dan para pekerja Parengkol (penipuan Online-red) lewat telepon yang beraksi dari balik jerusi besi dengan berbagai modus yang dilakukan untuk merayu para Korbannya.
Sesuai informasi dihimpun dari sumber layak dipercaya, Senin, (31/01/2022) mengatakan peredaran narkoba dan parengkol di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar itu dikuasai Manta salah satu penghuni Blok Kartini.
“Si Manta sekarang yang kendalikan pekerja Parengkol dan Shabu di Lapas itu bang, Dia yang menguasai Blok Kartini bang,”ucap Sumber.
Ketika disinggung tentang jaminan keamanan menjadi bandar Narkoba dan Boss Parengkol dib dalam lapas, dengan gambalang sumber mengatakan bahwa kunci nya KPLP dan diduga uang.
“alau sudah dipegang KPLP nya siapa lagi yang berani ngusik bang, lagian Kalapas sini kan sekarang baru bang, jadi Kalapas belum ngerti itu permainan di sini. Kalau KPLP gak terima setoran mana mungkin bisa bermain didalam. KPLP nya yang tau situasi langsung didalam sini,”tegas sumber.
Bila hal ini benar.? sangat berbanding terbalik dengan apa yang di ungkapkan Drs. Imam Suyudi.Bc.IP.,S.H, MH selaku Kakanwil Kemenkumham Sumut melalui Pesan Aplikasi Whatsapp kepada awak wartawan, (25/01/22).
“Tidak ada kalapas dan gaspas yg membiarkan lapasnya ada peredaran barang terlarang komitmennya sudah jelas perang thdp narkoba. Kalo ada gaspas yg masih bermain dg narkoba pasti akan kami sikat, termasuk halnya penghuni. Utknya kalapas dan gaspas yg tahu kondisi di satkernya masing2 dan pasti akan melakukan upaya penindakan dan pengamanan kamtib didlam lapasnya yg kondusif. Selanjuytnya atas info tsb, telah saya teruskan ke divisi pas utk menjadi atensi dlm rangka monitoring dan evaluasi satker selanjutnya” tulis Imam Suyudi.
Sementara Kalapas Narkotika Klas IIA Pematangsiantar, Sopian.Amd, I.P., S.H.,M.H dikonfirmasi wartawan melalui Aplikasi WhatsApp mengatakan akan menyelidiki kebenaran informasi tersebut.
“Kita akan selidiki kebenarannya apakah benar spt itu krn harus ada bukti yg menguatkan, tp upaya yg kita lakukan senantiasa melakukan penggeledahaan2 rutin dan insidentil” Balas Kalapas. (TIM)
Editor : Freddy Siahaan






