SIMALUNGUN II
Seorang pemuda 17 tahun, PPD warga Huta IV Bagasan Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun meninggal Kesetrum saat Egrek kelapa sawit di Kebun Marihat PTPN IV yang juga terletak di kampungnya tersebut, pada Minggu (9/8/2026) sore sekira pukul 15.00 Wib.
Informasi dihimpun, awalnya korban mengegrek buah kelapa sawit di Kebun Marihat PTPN IV. Namun tiba tiba egrek dipegang korban yang terbuat dari viber alumunium tersentuh listrik tegangan tinggi kekuatan 550 KVA sehingga korban terlempar dan menggelepar di tanah.
Para saksi yang ada di TKP mendatangi korban, namun korban ditemukan sudah meninggal dunia. Menerima laporan warga, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan, S.H. M.H bersama personil dan Tim Inafis melakukan olah TKP.
Kemudian jenajah korban dievakuasi ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk visum.
Terhadap jenajah korban ditemukan tanda-tanda luka trauma listrik pada telapak dan punggung tangan kanan dan kiri sebagai tanda arus masuk serta beberapa luka lecet diwajah dan dagu.
Namun keluarga korban untuk dilakukan autopsi jenajah korban dengan membuat surat pernyataan tertulis. Adanya surat pernyataan tersebut jenajah korban diserahkan kepada keluarga dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan diliburkan..
Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan, S.H. M.H dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada Senin sore (10/08/2026) mengatakan penyebab korban meninggal diduga akibat sengatan arus listrik yang menyebabkan gagal jantung (ventrikel fibrilasi).
“Jenajah korban sudah diserahkan kepada keluarganya karena keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan Autopsi,” Kata AKP Hengky. (JX)






