SIANTAR
Muspika Kecamatan Siantar Barat meliputi Camat Siantar Barat, Koramil 04/Siantar Barat dan Polsek Siantar Barat serta diikuti Satgas dan Sat Pol PP menggelar razia gabungan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro disejumlah cae, Sabtu (7/8/2021) malam sekira pukul 23.00 Wib.
Razia itu bertujuan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Walil Kota Siantar Perpanjangan PPKM pada level 3 berbasis mikro dalam rangka mengantisipasi lonjakan penyebaran covid 19. Muspika Kecamatan Siantar Barat mengawali razia cafe seputaran depan Kantor DPRD Siantar Jalan Haji Adam Malik, kemudian ke Caffe Motherland & Resto di Jalan Rajawali, Caffe B’Doel Bandrek & TST, ke Caffe Sowa Jalan Adam Malik serta Kerabat Coffe Jalan Melati.
Para pengunjung yang ditemukan tidak memakai masker diberikan sanksi Push Up kemudian dibubarkan. Saat Tim Gabungan razia di Caffe Barika Jalan Sipirok menemukan kondisi mati lampu. Setelah Tim Gabungan tetap melakukan pemeriksaan ternyata dimatikannya lampu untuk mengkelabui tim gabungan dan seakan-akan tutup karena ditemukan ada pengunjung bahkan tidak memakai masker.
Mengetahui itu Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution langsung menegur keras penanggung jawab Caffe Barika agar mengindahkan aturan Pemerintah. Tak hanya itu, Camat juga akan memberikan sanksi tegas jika caffe berulah lagi karena menurut camat Caffe Barika tersebut sering diperingati tapi selalu membandal.
“Jadi malam ini kita lakukan kegiatan penertiban dalam rangka PPKM skala mikro. Operasi saat ini masih bersifat himbauan tetapi sudah melakukan tindakan pembubaran terhadap pengunjung kafe yang berkumpul,” ujar Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution dilokasi.
Camat menyebutkan bahwa para pelaku PPKM skala mikro di Kota Siantar diberi kesempatan beroperasi sampai malam sekira pukul 1.00 WIB. “Jadi lewat dari jam yang sudah ditentukan, tidak ada lagi akifitas ditempat keramaian maupun kerumunan massal,”Tegas Camat.
Sementara Danramil 04/ Siantar Barat Kapten Inf Suheri mengatakan pihaknya bersama anggota hampir setiap malam bersama tim gabungan lakukan pemantauan dan himbauan untuk pulang kerumah bagi para pengunjung yang ada di Caffe. Tetapi masih saja ada yang nongkrong.
“Bahkan ada juga yang belum sadar memakai masker. Kami pun juga tidak akan bosan bosannya selalu untuk memberikan imbauan dan pemantauan, karena ini untuk kebaikan bersama. Kita juga banyak menemukan anak dibawa umur yang nongkrong hingga larut malam,” katanya.
Dalam hal tersebut sambung Danramil, peran serta keluarga merupakan hal utama dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka (anak) masuk dalam lingkungan yang buruk meski proses belajar mengajar ditiadakan,
“Kebanyakan mereka yang dibawa umur, mungkin seorang pelajar. Jadi dengan lingkungan pelajar ini harus jadi tanggung jawab bersama. Khususnya terutama sebagai orang tua, mereka harus bisa lebih mengawasi anaknya,” harap Danramil mengakhiri.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






