MEDAN II
Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis, S.Kom. Ia turun langsung mengajak warga bergotong royong membersihkan lingkungan dan parit di Jalan Klambir 5, Gang Kalpataru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan parit dari tumpukan sampah dan lumpur yang berpotensi menghambat aliran air, terutama saat musim hujan.
Reza menilai, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar lingkungan tetap bersih sekaligus mencegah terjadinya banjir.
Ia pun mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan membersihkan lingkungan mulai dari rumah masing-masing.
“Kita harus belajar dari yang sebelumnya, banjir di mana-mana dan parit tidak berfungsi karena dipenuhi sampah dan lumpur. Maka itu sejak dini mari kita bersihkan lingkungan masing-masing. Masalah kebersihan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Reza.
Politisi Partai Golkar itu juga mendorong seluruh kepala lingkungan (Kepling) di Kecamatan Medan Helvetia agar secara rutin menggelar gotong royong bersama warga.
Menurutnya, seluruh parit harus dipastikan dalam kondisi bersih dan saling terkoneksi sehingga aliran air dapat berjalan lancar.
“Minimal bersih mulai dari rumah, halaman hingga depan rumah dan juga parit. Bersih itu indah, sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya.
Selain persoalan parit, Reza juga meminta Kepling dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan memperhatikan ketersediaan tempat pengumpulan sampah atau bak sampah di setiap lingkungan.
Hal itu dinilai penting agar sampah rumah tangga tidak berserakan di jalan maupun masuk ke dalam parit.
Reza juga menyoroti pengangkutan sampah dari gang-gang permukiman. Ia meminta petugas kebersihan memastikan pengangkutan dilakukan secara rutin dan lancar menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau sampah terlambat diangkut, tentu menimbulkan bau dan bisa menjadi sumber penyakit. Karena itu pengangkutan sampah juga harus menjadi perhatian,” pungkasnya.(ROM)






