MEDAN II
Dibalik misteri kematian Winda Lauren Gowasa diduga bunuh diri memakai senjata api (senpi) milik suaminya, Brigadir IH di Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia pihak keluarga membantah kehadiran almarhum untuk rujuk.
“Jadi, katanya kakak kami datang ke rumah mertuanya untuk rujuk yang sudah diberitakan.Itu tidak benar sama sekali,” kata Ica adik korban kepada jurnalx.co.id, Rabu (5/8/2026) dirumah duka.
Ia mengatakan kedatangan kakaknya karena dijemput mertuanya dari Jakarta.
“Kakakku ini selama ini tinggal di Jakarta. Kakak datang ke Medan setelah dijemput mertuanya dari Jakarta,” kata Ica yang mengatakan bahwa Winda Lauren Gowasa anak sulung dari tiga bersaudara.
Kata Ica, adik kandung Winda, bahwa kakaknya dan abang iparnya, IH, sedang menjalani proses rujuk.
“Mereka mau rujuk. Itu dari abang ipar saya yang bilang,” ungkap Ica.
Kata, Ica hal itu juga telah disampaikan kepada seluruh keluarga.
“Dek, kami mau rujuk sama kakak. Jadi tolong kasih support sama kakakmu. Biar supaya memikirkan anak-anak untuk kembali. Karena dua anak-anak mereka bilang ke papinya agar membawa ibunya ke Medan. Karena di sekolah asyik ditanyain aja mana papi mana mami,” lanjut Ica mengulang perkataan abang iparnya IH kala itu.
Diduga karena ingin mempertahankan rumah tangga dan kondisi psikis anak-anaknya, Winda bersedia datang ke Kota Medan.
Ia melanjutkan, proses rujuk keduanya juga sudah didaftarkan di gereja. Pihak keluarga inti juga telah duduk bersama dalam proses tersebut.
“Yang saya dengar proses rujuknya, sudah dikumpulkan di rumah dengan keluarga IH. Terus dikatakan, inilah anak saya yang sudah lama hilang kembali lagi bersama kita. Di situ ada acara keagamaan. Ada kebaktian, di situ ada pendeta dan keluarga inti. Dan di gereja sudah dikatakan bahwa mereka mau diberkati kembali,” kata Ica yang saat itu menunjukan hasil chat abang ipar tentang kondisi sang kakak yang mulai pergi gereja bersama hingga mengajari anaknya belajar. (ROM)






