MEDAN II
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui empat program prioritas yang menyasar persoalan strategis di Sumatera Utara, mulai dari menjaga persatuan, memerangi narkoba, memberantas kejahatan jalanan, hingga mewujudkan ketertiban berlalu lintas sekaligus membuka akses pengaduan melalui Hotline Kapolda Sumut di nomor 0811-6161-5527.
Empat program tersebut merupakan penjabaran dari program Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”, yang disesuaikan dengan karakteristik serta tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Sonny saat kegiatan Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10).
Dalam kesempatan tersebut, Sonny menekankan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumatera Utara merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
“Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Sonny.
Ia menjelaskan, program prioritas pertama adalah Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Kesatuan dan Persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
Program ini diarahkan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama, antarsuku, dan antarkelompok agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun provokasi.
Program kedua adalah Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Tolak Narkoba. Sonny menegaskan, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat, tetapi harus dibarengi pencegahan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga berbagai komunitas diharapkan berperan dalam membangun kesadaran tentang bahaya narkoba.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus membangun kesadaran dan melakukan pencegahan mulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, pencegahan, rehabilitasi, serta penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba.
Selanjutnya, program ketiga adalah Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Memberantas Kejahatan Jalanan.
Program ini difokuskan untuk menekan berbagai bentuk kriminalitas yang mengganggu keamanan masyarakat, termasuk premanisme dan kejahatan jalanan lainnya.
Sonny berharap langkah tersebut mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi keamanan yang terjaga juga diharapkan mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Sementara itu, program keempat adalah Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Mewujudkan Tertib Berlalu Lintas.
Menurut Sonny, budaya tertib berlalu lintas harus dibangun melalui edukasi, keteladanan, pendekatan humanis, serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan dan melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.
Sonny menegaskan, pelaksanaan keempat program tersebut membutuhkan pendekatan yang adaptif dan partisipatif. Polri harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membangun komunikasi terbuka tanpa mengesampingkan aturan hukum.
Pada kesempatan itu, Kapolda Sumut juga mengapresiasi peran insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik, memberikan edukasi, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan media menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik serta menyebarluaskan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Melalui empat program prioritas tersebut, Sonny berharap kolaborasi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan, memerangi narkoba, memberantas kejahatan jalanan, serta mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman. (ROM)






