MEDAN II
Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM menyampaikan dukungan atas komitmen Kapolda Sumut memerangi narkoba dan judi online (judol). Seiring dengan itu, Zulkarnaen minta seluruh jajaran terutama Pemerintah Kota (Pemko) Medan supaya ikut mendukung dengan memulai perang itu dari internal sendiri.
Untuk itu, Zulkarnaen, SKM, minta Wali Kota Medan Rico Waas tidak hanya responsif mendukung imbauan kepolisian ke masyarakat, tetapi juga memastikan barisan Aparat Sipil Negara (ASN)-nya steril dari dua penyakit masyarakat tersebut.
“Jika ada ASN Pemko Medan yang terlibat narkoba dan judol, harus diberi sanksi tegas tanpa pandang bulu. Jangan ada kompromi,” tegas Zulkarnaen kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Politisi Gerindra itu menilai, wibawa Pemko Medan dalam memerangi narkoba dan judol akan runtuh jika internalnya sendiri masih kotor.
“Bagaimana kita mau mengajak masyarakat bersih, kalau aparatnya sendiri masih terlibat? Sebagai bentuk dukungan yang paling nyata, Pemko harus berani bersih-bersih internal terlebih dahulu. Itu baru komitmen,” ujarnya.
Zulkarnaen secara khusus menyoroti peran Inspektorat Kota Medan. Menurutnya, Inspektorat tidak boleh hanya menjadi penonton dan menunggu laporan.
“Wali Kota melalui Inspektorat harus proaktif. Lakukan pengawasan, telusuri, petakan siapa saja yang terindikasi terlibat narkoba dan judol. Jangan menunggu viral, jangan menunggu ditangkap polisi baru bertindak,” kritiknya.
Ia menegaskan, ASN adalah wajah pemerintah di mata rakyat. Jika wajah itu rusak oleh narkoba dan judol, maka seluruh program pembangunan akan kehilangan kepercayaan.
“Narkoba dan judol bukan hanya soal moral pribadi, ini soal integritas birokrasi. ASN yang kecanduan narkoba dan judol pasti kinerjanya hancur, pelayanannya buruk, dan rawan menyalahgunakan wewenang. Ini bahaya laten yang harus dipotong sejak dini,” paparnya.
Menurutnya, sanksi tegas adalah harga mati untuk memberikan efek jera dan menjaga marwah Pemko Medan.
“Pemko Medan harus tunjukkan keteladanan. Bersihkan internal, baru kita punya legitimasi moral untuk mengajak warga Medan perang melawan narkoba dan judol. Jika tidak, semua seruan itu hanya akan dianggap retorika,” pungkasnya. (ROM)






