SIANTAR
Setelah secara resmi pemimpin baru di Kota Siantar dilantik yakni dr. Hj. Susanti Dewayani Sp.A sebagai Walikota Siantar sekalgus juga diberi amanah menjabat Pelaksana tugas (Plt) Walikota Siantar oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi membuat Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Siantar-Simalungun mengusulkan 5 point priorites 100 kerja kepemimpinan dr. Hj. Susanti Dewayani Sp.A .
Ketua BPC GMKI Siantar-Simalungu, Juwita Theresia Panjaitan dalam Siaran Pers, Kamis (24/2/2022) mengatakan hilangnya jadi diri Kota Siantar sebagai kota yang paling toleran di Indonesia. Siantar adalah salah satu kota yang dikenal dengan kerukunan antar Suku, Agama dan RAS serta antar golongan yang sangat kuat. Dapat dibuktikan pada tahun 2018 memperoleh peringkat ketiga kota paling toleran atau versi setara Institute.
Pada tahun 2015 Kota Siantar menduduki peringkat pertama kota paling toleran di Indonesia. namun di pada tahun 2021 dimasa kepemimpinan Hefriansyah Noor sangat disayangkan Kota Siantar terlempar dari 10 besar paling toleran di Indonesia. Hal tersebut menjadi warisan utama dari Walikota Siantar terdahulu Bapak Hefriansyah Noor kepada Ibu Susanti selaku pemimpin baru
Masalah pembangunan di Kota Siantar yakni masalah PDPAUS yang tak kunjung selesai, mangkraknya Tugu Sangnaualuh Adam Malik dengan total kerugian kurang lebih Rp 900 juta, Gedung Olahraga (GOR) yang mangkrak, Staduion Sangnauluh mangkrakt tahun 2020 dengan total kerugian sekitar Rp 10 M dan Kejelasan Lahan Tanjung Pinggir.
Lebih lanjut, Juwita menambahkan Tata Kelolaan yang baik atau good goverment. Citra buruk Pemerintah Kota (Pemko) Siantar dimasa kepemimpinan Bapak Hefriansyah. Hal itu dapat dilihat dari beberapa kasus korupsi yang meibatkan para Aparat Sipil Negara (ASN) dijajaran kepemimpinan Bapak Hefriansyah.
Polemik Kenaikakn Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) melalui Perwa No. 4 tahun 2021, kenaikan NJOP menuai banyak penolakan dari berbagai element masyarakat yang dilihat dari kenaikkan sampai 1000 persen. Polimik itu terjadi dimasa kepemimpinan Bapak Hefriansyah dengan Perwa No. 4 Tahun 2021.
Dari beberapa point tersebut GMKI Siantar-Simalungun berharap dan mengingatkan secara tergas dimasa kepemimpinan susanti sebagai pemimpin yang baru yaitu :
1) Kembalikan jati diri Kota Siantar sebagai Kota Toleransi di indonesia.
2) Selesaikan dan tuntaskan pembangunan yang mangkrak di Kota Siantar
3) Wujudkan Tata Kelolah Birokrasi yang baik dan pemerintahan yang bersih dari kasus Korupsi.
4) Perihal NJOP, Cabut Perwa No 4 Tahun 2021 dan segera kembalikan uang masyarakat yang sudah terlanjur dibayarkan
5) Ciptakan gaya kepemimpinan yang tidak anti kritik dan wujudkan pola komunikasi yang baik antar pemerintahan dan masyarakat Kota Siantar.
“Dalam hal ini GMKI Siantar-Simalungun meminta pemimpin yang baru agar dapat menuntaskan poin-poin yang kami sampaikan hingga berakhirnya massa kepemipinan dan pada 100 hari kerja Ibu dr. Hj. Susanti Dewayani SpA akan kami tinjau progres yang suda dikerjakan. Terimakasih,” pungkas Juwita Panjaitan didampingi Sekretaris Cabang Tulus Panggabean dan para BPC GMKI Siantar-Simalungun.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






