SIMALUNGUN II
Inafis Polres Simalungun AIPDA Sujid Saputra gerak cepat berhasil menemukan identitas dan keluarga mayat pria tanpa identitas (Mr X) yang meninggal tertabrak kereta api di Perlintasan Stasiun Perlanaan menuju kawasan Sei Mangkei Afd III Blok 024 A PTPN IV Regional II kebun Gunung Bayu Nagori Gunung Bayu Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun.
Mayat Mr X tersebut bernama Herian Saputra alias Heri (38) warga Jalan kenangan Dusun III Nagori Baru Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Tepat pada Jumat (22/5/2026) siang sekira pukul 14.00 Wib Aminah (69) ibu kandung korban bersama Perangkat Desa setempat datang ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Setibanya diruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk visum, pada Kamis (21/5/2026) malam sekira pukul 21.00 Wib AIPDA Sujid Saputra dibantu Tim Inafis langsung mengambil sidik jari korban menggunakan alat teknologi canggih untuk mencari identitas korban karena tidak diketahui identitas korban.
Usaha dan kerja keras AIPDA Sujid Saputra tersebut berhasil menemukan identitas korban bernama Herian Saputra alias Heri (38) warga Jalan kenangan Dusun III Nagori Baru Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemudian AIPDA Sujid Saputra melakukan pencarian keluarga dengan meminta bantuan temannya yang tinggal didaerah Batang Kuis.
Esok pagi harinya, Jumat (22/5/2026) AIPDA Sujid Saputra berhasil menemukan ibu korban bernama Aminah dan pada siang harinya sekira pukul 14.00 Wib Ibu korban bersama Perangkat Desa tiba di ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Malam harinya sekira selesai dilakukan visum, Kanit Reskrim Polsek Bosar Maligas bersama personil menyerahkan jenajah korban kepada ibu korban dan dibawa ke Batang Kuis untuk dikuburkan.
Saat ditemui ibu korban, Aminah mengatakan korban memang anak kandungnya yang ke 4 dari 9 bersaudara dan sehari harinya korban tinggal bersamanya.
Sambungnya, awalnya korban pergi dari rumah untuk mencari barang barang bekas atau botot karena sehari harinya pekerjaan korban mencari botot. Namun selama 1 bulan korban tak pulang ke rumah. Keluarga sudah mencari keberadaan korban tapi korban tidak ditemukan dan pada Jumat (22/5/2026) pagi keluarga menerima kabar korban sudah meninggal tertabrak kereta api.
“Anak ku si Heri ini permisi cari botot tapi 1 bulan tak pulang ke rumah. Malam ini jenajah anak ku ini langsung dikebumikan di kampung di Batang Kuis,” Katanya.
“Saya sangat berterimakasih kepada bapak dari Polseķ Bosar Maligas Polres Simalungun terlebih lagi Bapak Inafis AIPDA Sujid Saputra yang sudah membantu selama pengurusan di ruangan jenajah hingga jenajah anak saya ini bisa kami bawa untuk dikebumikan,” Pungkas Ibu Aminah sembari mengucapkan terimakasih dengan menyalami Inafis AIPDA Sujid Saputra.
Sesuai pemberitaan sebelumnya, korban ditemukan meninggal tertabrak kereta api di Perlintasan Stasiun Perlanan menuju kawasan Sei Mangkei Afd III Blok 024 A PTPN IV Regional II kebun Gunung Bayu Nagori Gunung Bayu Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, pada hari Kamis (21/5/2026) sore pukul 08.30 WIB.
Awalnya masinis kereta api Anggi Kurniawan dan Satrio Wicaksono mengendarai kereta api dari Stasiun Perlanaan membawa gerbong tangki minyak dan kontener menuju KawAsan Sei Mangkei. Setibanya di Afd II Blok 024 A PTPN IV Regional II Kebun Gunung Bayu Kecamatan Bosar Maligas, Masinis melihat dengan jarak 50 meter ada seorang pria sedang tiduran di rel kereta api.
Lalu Masinis tersebut menghidupkan klakson berkali-kali akan tetapi korban tidak mau minggir sehingga pria tersebut tertabrak kereta api bahkan sampai terlindas. Kemudian Masinis mengerem kereta api tersebut dan melaporkan kejadian ke Polseķ Bosar Maligas.
Siang harinya setelah menerima laporan, personil piket Polsek Bosar Maligas bersama Tim Inafis Polres Simalungun langsung melakukan pengecekan. Setiba di TKP, para personil menemukan pria tersebut sudah meninggal mengenaskan dan evakuasi mayat laki laki tersebut ke ruangan jenajah RSUD Perdagangan.
Tidak adanya ditemukan identitas dan juga tidak ada warga mengenali, pada malam harinya sekira pukul 21.00 Wib mayat pria tersebut dibawa ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. (JX)






