SIMALUNGUN
Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH, SIK, MH mengikuti rapat pimpinan (Rapim) Polri tahun 2022 yang dibuka dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022) secara virtual diruangan PDDO Mapolres Simalungun, Rabu (23/2/2022).
Dalam rapim itu Kapolres didampingi Wakapolres Kompol H Efianto, SH, MH, Kabag Ops Kompol Juni Herimon Situmorang, SH, Kabag Sumda Kompol J. Purba, AKP Resbon Gultom, Kasikeu Ipda Jeri, Iptu Japen Situmorang dan Ipda Halim.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam arahan dan bimbingannyab meminta jajarannya untuk menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penerapan disiplin nasional, dengan menanamkan nilai-nilai yang ada di dalam Tribrata, Catur Prasetya serta aturan lain yang mengikat dalam kode etik dan disiplin Polri.
“Ini perlu ditanamkan di dalam individu dan dikembangkan menjadi satu kebiasaan dan kita bawa menjadi disiplin nasional,” kata Sigit dalam sambutannya.
Tak lupa, Kapolri juga mengingatkan tak hanya anggota Polri yang memiliki aturan. Namun juga berlaku untuk istri dan anak anggota Polri. Menurutnya, seluruh keluarga besar Polri memiliki aturan dan disiplin yang berbeda dengan masyarakat sipil, sehingga harus taat dan tunduk pada aturan tersebut.
“Karena itu yang membedakan TNI-Polri dan masyarakat sipil,” ujar Sigit.
Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan anggota Polri memiliki kewenangan yang berbeda dengan masyarakat sipil, namun di sisi lain ada kebebasan yang hanya ada di masyarakat sipil seperti kebebasan berpendapat dan berekspresi. Hal ini disebabkan karena politik yang dianut Polri adalah politik negara.
“Terkait policy nasional dan maka garisnya Polri harus mendukung kebijakan nasional, program nasional. Ini harus dikenal oleh seluruh keluarga besar kita khususnya anggota Polri,” ucap Sigit.
Lebih lanjut, Sigit menuturkan jika terjadi sesuatu dengan keluarga besar Polri, termasuk anak dan istri tentunya akan berhubungan langsung dengan posisi anggota Polri baik sebagai anggota maupun dalam organisasi. Apa yang disampaikan Presiden RI Jokowi bahwa anggota TNI-Polri mengenal demokrasi, karena sudah mendukung dan mengawal seluruh kebijakan dari Pemerintah.
“Politik polisi adalah politik berjalan sehingga tentunya hanya satu kebijakan negara dan satu-satunya kebijakan negara yang mendukung, mengawal dan mendorong agar kebijakan negara atau nasional,” tutur Sigit.
Ia pun mengingatkan bahwa doktrin anggota Polri adalah taat, setia dan setia kepada pimpinan tertinggi negara. Untuk itu, Sigit meminta jajarannya untuk selalu mengingat dan menerapkan hal tersebut. “Maka hanya ada kata siap dan laksanakan, ini yang saya ingatkan ke rekan-rekan,” tegas Sigit.
Terakhir, Kapolri juga menuturkan kepercayaan publik terhadap Pemerintah saat ini meningkat. Hal ini tentunya ada kontribusi dari jajaran Polri. Sebab, kepercayaan publik terhadap pemerintah berbanding lurus dengan kepercayaan publik terhadap Polri.
“Pada saat kepercayaan publik terhadap Polri naik maka kepercayaan publik ke pemerintah naik. Ini menjadi bekal untuk melaksanakan tugas dengan baik khususnya ditahun-tahun yang ketidakpastian ketidakpastian. terlepas dari semua ini. Yang kita lakukan adalah untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara,” tutup Sigit.
Penulis / Editor : Freddy Siahaan






