Media Online Jurnal X
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
  • SMSI
  • PERISTIWA
  • KRIMINALITAS
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMATERA UTARA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
HomeARTIKEL
Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Pergulatan Indonesia Melawan Politik Melupakan

Jurnalx.co.idbyJurnalx.co.id
8 November 2025 | 18:04 WIB
inARTIKEL, Pematang Siantar
AA
ADVERTISEMENT
Bagikan ke Whatsapp

Oleh: Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Ada penyakit aneh yang kini menghantui banyak bangsa modern: keinginan untuk sembuh tanpa mengingat, untuk memaafkan tanpa menghadapi, dan untuk memuliakan tanpa memahami.

Indonesia sedang menderita penyakit itu. Negara mulai mempertimbangkan untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Soeharto, sosok yang kekuasaannya meninggalkan luka dalam pada nurani bangsa.

Perdebatan ini bukan tentang apakah Soeharto pernah meminta disebut pahlawan. Ia memang tidak pernah memintanya.
Pertanyaan yang sesungguhnya adalah: mungkinkah sebuah bangsa yang mengaku menjunjung keadilan memuliakan simbol penindasan?

Ini bukan sekadar urusan politik. Ini adalah persoalan etika. Sebuah pertaruhan tentang seberapa jauh suatu bangsa bersedia melupakan penderitaannya sendiri.

Kekuasaan, seperti yang pernah ditulis Michel Foucault, tidak hanya menindas. Ia juga memproduksi kebenaran.

Dan hari ini, kekuasaan kembali berusaha memproduksi “kebenaran” baru: bahwa masa penuh ketakutan, sensor, dan korupsi di bawah Soeharto dapat dikenang sebagai masa stabilitas dan kemakmuran.

Namun “stabilitas” itu dibangun di atas kesunyian orang mati dan kepasrahan orang hidup.

Lebih dari setengah juta rakyat Indonesia terbunuh dalam pembantaian 1965–1966. Buruh dibungkam karena mogok. Jurnalis dipenjara karena menulis. Mahasiswa ditembak karena berbicara. Tanah rakyat dirampas atas nama “pembangunan.”

Tak ada pencakar langit, pertumbuhan ekonomi, atau parade militer yang mampu menebus biaya moral dari masa itu.

Mereka yang menolak pemuliaan Soeharto tidak digerakkan oleh kebencian. Mereka digerakkan oleh penolakan terhadap amnesti yang disamarkan sebagai amnesia.

Sebagian orang bertanya: “Mengapa harus marah? Mengapa tidak memaafkan saja?”
Namun kebenaran bukanlah kemarahan. Kebenaran adalah syarat pertama bagi perdamaian yang sejati.

Mengingat ketidakadilan bukan berarti memelihara kebencian.
Mengingat berarti menjaga agar nurani tetap hidup.

Seperti yang pernah diingatkan Hannah Arendt, bentuk kejahatan paling berbahaya adalah kejahatan yang banal: ketika masyarakat menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang wajar demi kenyamanan.

Memaafkan tanpa kebenaran bukanlah rekonsiliasi. Itu penyerahan diri.
Dan menyerah pada kelupaan bukanlah kedamaian. Itu pembusukan.

Setiap generasi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak mewarisi kebohongan.

Keadilan bukanlah balas dendam. Keadilan adalah keberanian menegakkan kebenaran di tengah ketakutan.

Menolak pemuliaan Soeharto bukan berarti menyerang sosok yang telah tiada. Itu berarti mempertahankan makna kebebasan bagi mereka yang masih hidup.

Sebab bangsa yang memuliakan penindasnya mengkhianati korbannya.
Bangsa yang menghapus lukanya akan mengulanginya.
Dan bangsa yang mengira diam itu damai akan kehilangan keduanya: damai dan martabat.

Ketika ditanya, “Lalu apa yang kalian tawarkan?” jawabannya sesederhana ini: kejujuran.

Sebab tak ada bangsa yang sembuh karena kebohongan.
Bangsa tidak menjadi kuat karena melupakan, melainkan karena berani menatap lukanya sendiri dan menamainya.

Kebenaran bukanlah dendam. Ia adalah satu-satunya fondasi tempat masa depan yang adil dapat berdiri.
Selama arwah masa lalu terus dibungkam, demokrasi hanya akan menjadi janji yang belum ditepati.

Pada akhirnya, Soeharto tidak perlu meminta untuk diadili. Sejarah telah melakukannya.
Dan sejarah, berbeda dari kekuasaan, tidak bisa disuap, tidak bisa disunting, dan tidak bisa dibungkam.

Waktu adalah pengadilan yang paling jujur. Ia membebaskan yang tulus dan menghukum yang menipu.

Jika Indonesia memilih untuk melupakan, dunia akan mengingat untuknya.
Sebab kebenaran, seperti halnya kebebasan, selalu hidup lebih lama dari para penjaganya.

Pesan moral zaman ini sederhana:
Mengingat adalah bentuk perlawanan.
Memaafkan tanpa kebenaran adalah pengkhianatan.
Memuliakan penindas adalah melukai masa depan.

Keagungan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa baik ia menyembunyikan masa lalunya,
tetapi dari seberapa berani bangsa itu menatapnya dengan jujur.

Share10Tweet6SendShare

Berita Terkait

Pelaku RS dan barang bukti diapit Kanit Jatanras IPDA Revanto Barasa SH bersama Tim Opsnal
BERITA KRIMINALITAS

Tempo 2 Jam, Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Ringkus Terduga Pelaku Curas Akibatkan Korban MD Sembunyi di Hotel Nadia, Kaki Kiri Dihadiahi Timah Panas 

4 Juni 2026 | 08:06 WIB

PEMATANGSIANTAR II Bravo !. Tempo sekitar 2 jam saja, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dipimpin Kanit Jatanras IPDA...

Read more
Bhabinkamtibmas Keluraha Naga Huta Aipda Adilman Manalu melakukan monitoring panen jagung petani binaan Ibu Mia Sihombing di Jalan Saribudolok
BERITA

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Monitoring Panen Jagung Petani Binaan di Jalan Saribu Dolok

4 Juni 2026 | 07:52 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polsek Siantar Marihat Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Keluraha Naga Huta Aipda Adilman Manalu melakukan monitoring panen jagung petani...

Read more
Tersangka JBS dan barang bukti
Narkoba

Sat Narkoba Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Utara Ringkus JBS Miliki 3 Paket Sabu Dirumahnya di Jalan Nanggar Suasa Ujung

3 Juni 2026 | 23:41 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polres Pematangsiantar melalui Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba dan Unit Reskrim Polsek Siantar Utara berhasil meringkus JBS (28)...

Read more
Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga SH saat serahkan jenajah korban kepada keluarga disemayamkan di YKS Jalan Cipto
BERITA

Lansia 60 Tahun Meninggal Gantung Diri Dirumahnya, Kapolsek Siantar Utara Pimpin Cek TKP

3 Juni 2026 | 23:20 WIB

PEMATANGSIANTAR II Seorang lanjut usia (Lansia) umur 60 tahun inisial YT ditemukan meninggal gantung diri dirumahnya yang terletak di Jalan...

Read more

Berita Terbaru

BERITA KRIMINALITAS

Tempo 2 Jam, Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Ringkus Terduga Pelaku Curas Akibatkan Korban MD Sembunyi di Hotel Nadia, Kaki Kiri Dihadiahi Timah Panas 

4 Juni 2026 | 08:06 WIB
BERITA

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat Monitoring Panen Jagung Petani Binaan di Jalan Saribu Dolok

4 Juni 2026 | 07:52 WIB
Narkoba

Sat Narkoba Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Utara Ringkus JBS Miliki 3 Paket Sabu Dirumahnya di Jalan Nanggar Suasa Ujung

3 Juni 2026 | 23:41 WIB
BERITA

Lansia 60 Tahun Meninggal Gantung Diri Dirumahnya, Kapolsek Siantar Utara Pimpin Cek TKP

3 Juni 2026 | 23:20 WIB
Narkoba

Sat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Ringkus Mak Mei Pemilik Warkop Diduga Nyambi Jual Sabu di Ex. Terminal Sukadame

3 Juni 2026 | 23:01 WIB
BERITA

RDP Masalah Pabrik Kecap Di Komisi 4 DPRD Kota Medan Ricuh, Perusahaan ” Resah ” Diminta Uang

3 Juni 2026 | 22:31 WIB
Medan

Phantom KTV Disegel, Pemko Medan Warning THM Tidak Jadi Lokasi Peredaran Narkoba

3 Juni 2026 | 22:25 WIB
Narkoba

Sat Narkoba Polres Pematangsiantar Ringkus 5 Pria Diduga Pengedar, Sabu 78.76 Gram dan Ganja 5.62 Gram Disita

3 Juni 2026 | 22:19 WIB
BERITA

Plh Wali Kota Muhammad Fadly Abdina Terima Audiensi Kepala Cabang Bank Sumut Tanjung Balai

3 Juni 2026 | 21:38 WIB
Narkoba

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika Dengan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 21:31 WIB
BERITA

Wesly Silalahi Hadiri Pembukaan Pemutakhiran Fraud Risk Register Tahun 2026

3 Juni 2026 | 21:10 WIB
Uncategorized

10 Laporan Pengaduannya di Polres Tanjung Balai Terkesan Diabaikan, Acui : Saya Berharap kepada Kapolda Sumut, Saya Ingin Kepastian Hukum !”

3 Juni 2026 | 21:02 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2016-2024 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber berita

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA

© 2016-2024 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber berita