Media Online Jurnal X
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
Media Online Jurnal X
No Result
View All Result
  • SMSI
  • PERISTIWA
  • KRIMINALITAS
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMATERA UTARA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
HomeARTIKEL
Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Pergulatan Indonesia Melawan Politik Melupakan

Jurnalx.co.idbyJurnalx.co.id
8 November 2025 | 18:04 WIB
inARTIKEL, Pematang Siantar
AA
ADVERTISEMENT
Bagikan ke Whatsapp

Oleh: Yuda Christafari (Ketua EK-LMND Siantar)

Ada penyakit aneh yang kini menghantui banyak bangsa modern: keinginan untuk sembuh tanpa mengingat, untuk memaafkan tanpa menghadapi, dan untuk memuliakan tanpa memahami.

Indonesia sedang menderita penyakit itu. Negara mulai mempertimbangkan untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Soeharto, sosok yang kekuasaannya meninggalkan luka dalam pada nurani bangsa.

Perdebatan ini bukan tentang apakah Soeharto pernah meminta disebut pahlawan. Ia memang tidak pernah memintanya.
Pertanyaan yang sesungguhnya adalah: mungkinkah sebuah bangsa yang mengaku menjunjung keadilan memuliakan simbol penindasan?

Ini bukan sekadar urusan politik. Ini adalah persoalan etika. Sebuah pertaruhan tentang seberapa jauh suatu bangsa bersedia melupakan penderitaannya sendiri.

Kekuasaan, seperti yang pernah ditulis Michel Foucault, tidak hanya menindas. Ia juga memproduksi kebenaran.

Dan hari ini, kekuasaan kembali berusaha memproduksi “kebenaran” baru: bahwa masa penuh ketakutan, sensor, dan korupsi di bawah Soeharto dapat dikenang sebagai masa stabilitas dan kemakmuran.

Namun “stabilitas” itu dibangun di atas kesunyian orang mati dan kepasrahan orang hidup.

Lebih dari setengah juta rakyat Indonesia terbunuh dalam pembantaian 1965–1966. Buruh dibungkam karena mogok. Jurnalis dipenjara karena menulis. Mahasiswa ditembak karena berbicara. Tanah rakyat dirampas atas nama “pembangunan.”

Tak ada pencakar langit, pertumbuhan ekonomi, atau parade militer yang mampu menebus biaya moral dari masa itu.

Mereka yang menolak pemuliaan Soeharto tidak digerakkan oleh kebencian. Mereka digerakkan oleh penolakan terhadap amnesti yang disamarkan sebagai amnesia.

Sebagian orang bertanya: “Mengapa harus marah? Mengapa tidak memaafkan saja?”
Namun kebenaran bukanlah kemarahan. Kebenaran adalah syarat pertama bagi perdamaian yang sejati.

Mengingat ketidakadilan bukan berarti memelihara kebencian.
Mengingat berarti menjaga agar nurani tetap hidup.

Seperti yang pernah diingatkan Hannah Arendt, bentuk kejahatan paling berbahaya adalah kejahatan yang banal: ketika masyarakat menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang wajar demi kenyamanan.

Memaafkan tanpa kebenaran bukanlah rekonsiliasi. Itu penyerahan diri.
Dan menyerah pada kelupaan bukanlah kedamaian. Itu pembusukan.

Setiap generasi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak mewarisi kebohongan.

Keadilan bukanlah balas dendam. Keadilan adalah keberanian menegakkan kebenaran di tengah ketakutan.

Menolak pemuliaan Soeharto bukan berarti menyerang sosok yang telah tiada. Itu berarti mempertahankan makna kebebasan bagi mereka yang masih hidup.

Sebab bangsa yang memuliakan penindasnya mengkhianati korbannya.
Bangsa yang menghapus lukanya akan mengulanginya.
Dan bangsa yang mengira diam itu damai akan kehilangan keduanya: damai dan martabat.

Ketika ditanya, “Lalu apa yang kalian tawarkan?” jawabannya sesederhana ini: kejujuran.

Sebab tak ada bangsa yang sembuh karena kebohongan.
Bangsa tidak menjadi kuat karena melupakan, melainkan karena berani menatap lukanya sendiri dan menamainya.

Kebenaran bukanlah dendam. Ia adalah satu-satunya fondasi tempat masa depan yang adil dapat berdiri.
Selama arwah masa lalu terus dibungkam, demokrasi hanya akan menjadi janji yang belum ditepati.

Pada akhirnya, Soeharto tidak perlu meminta untuk diadili. Sejarah telah melakukannya.
Dan sejarah, berbeda dari kekuasaan, tidak bisa disuap, tidak bisa disunting, dan tidak bisa dibungkam.

Waktu adalah pengadilan yang paling jujur. Ia membebaskan yang tulus dan menghukum yang menipu.

Jika Indonesia memilih untuk melupakan, dunia akan mengingat untuknya.
Sebab kebenaran, seperti halnya kebebasan, selalu hidup lebih lama dari para penjaganya.

Pesan moral zaman ini sederhana:
Mengingat adalah bentuk perlawanan.
Memaafkan tanpa kebenaran adalah pengkhianatan.
Memuliakan penindas adalah melukai masa depan.

Keagungan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa baik ia menyembunyikan masa lalunya,
tetapi dari seberapa berani bangsa itu menatapnya dengan jujur.

Share10Tweet6SendShare

Berita Terkait

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH pimpin apel KRYD
BERITA

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel KRYD Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

6 September 2026 | 15:16 WIB

PEMATANGSIANTAR II Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak SH. SIK. MH pimpin apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan...

Read more
Kapolsek Siantar Selatan IPTU Suhaira Marbun SH didampingi empat personil piket laksanakan SALING di Pos Kamling Merah Putih
BERITA

Polsek Siantar Selatan Laksanakan SALING di Pos Kamling Merah Putih

6 September 2026 | 13:28 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polsek Sianțar Selatan Polres Pematangsiantar melaksanakan kegiatan SALING (Sapa Siskamling) di Pos Kamling Merah Putih di jln. Sabang...

Read more
piket Unit Reskrim AIPTU Azwar Nasution dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Tongah AIPDA Dedy Silalahi selesaikan dugaan tindak pidana penganiayaan
Pematang Siantar

Polsek Siantar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan di Tanjung Pinggir Dengan Problem Solving

6 September 2026 | 13:24 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar melalui piket Unit Reskrim AIPTU Azwar Nasution dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Tongah AIPDA...

Read more
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pahlawan Aiptu Ungkap Hutagalung melaksanakan sambang kamtibmas kepada Lansia Nenek Ulfa
BERITA

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Laksanakan Sambang Kamtibmas kepada Lansia di Jalan Kapten Tandean

6 September 2026 | 08:36 WIB

PEMATANGSIANTAR II Polsek Siantar Timur Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Pahlawan Aiptu Ungkap Hutagalung melaksanakan sambang kamtibmas kepada lanjut usia...

Read more

Berita Terbaru

BERITA

Kapolres Pematangsiantar Pimpin Apel KRYD Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

6 September 2026 | 15:16 WIB
BERITA

Polsek Siantar Selatan Laksanakan SALING di Pos Kamling Merah Putih

6 September 2026 | 13:28 WIB
Pematang Siantar

Polsek Siantar Martoba Selesaikan Dugaan Penganiayaan di Tanjung Pinggir Dengan Problem Solving

6 September 2026 | 13:24 WIB
BERITA

Polres Tanjungbalai Turunkan Puluhan Personel Amankan Pesta Puncak HKBP Distrik XIII

6 September 2026 | 12:17 WIB
BERITA

Dua Kepling Terseret Narkoba, Edi Saputra : Ini Alarm Bahaya Untuk Rico Waas, Gelar Tes Urine Massal !

6 September 2026 | 12:12 WIB
BERITA

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur Laksanakan Sambang Kamtibmas kepada Lansia di Jalan Kapten Tandean

6 September 2026 | 08:36 WIB
BERITA

Sat Samapta Polres Pematangsiantar Laksanakan Patroli R4 Antisipasi 3C

6 September 2026 | 08:26 WIB
BERITA

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, Polres Tanjungbalai Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

6 September 2026 | 00:12 WIB
Narkoba

Polres Tanjungbalai Ringkus Pengedar Sabu di Rusunawa Sei Raja

6 September 2026 | 00:06 WIB
BERITA

Nonton Cuplikan Film Dijanjikan Bonus, Dua Pelaku Scam di Medan Diciduk Polisi

5 September 2026 | 19:57 WIB
BERITA

Bansos Ditentukan Desil, Edi Saputra ” Bongkar ” Cara Warga Medan Cek Status

5 September 2026 | 18:49 WIB
BERITA

Defisit Puluhan Miliar Mengintai ! Lailatul Badri Warning Beban BRT Bisa Menggerus APBD Medan

5 September 2026 | 14:19 WIB

barakbarakbarakbarakbarakbarak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Policy
  • Terms

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobafons infamis

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BERITA PERISTIWA
    • Narkoba
  • BERITA NASIONAL
  • BERITA REGIONAL
    • Pematang Siantar
    • Kabupaten Simalungun
    • Asahan
    • Tebing Tinggi
    • Medan
    • Labuhan Batu
    • Tanjung Balai
    • Tapteng
  • OLAHRAGA

© 2016-2026 Jurnal X

rotasibarakberita hari inidanau tobafons infamis