PEMATANGSIANTAR
Renovasi bangunan Rumah Sakit (RS) Tiara Kasih Sejati yang terletak di Jalan Manambin, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar “Memakan Korban”, seorang kulih bangunan bernama Jesinto Aritonang (53) warga Jalan Mualnauli, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar jatuh saat memanjat peranca bangunan dan tewas, Selasa (22/9/2020) pagi sekira pukul 09.30 Wib.
Informasi dihimpun dari sumber layak dipercaya, pagi itu mulai sekira pukul 08.30 Wib korban bersama beberapa rekannya sesama kulih bangunan ingin bekerja merenovasi bangunan di RS Tiara Kasih Sejati atau lebih dikenal RS Tiara tersebut. Sebelum bekerja, korban sudah diketahui rekannya bermarga Sinaga sedang kondisi tidak enak badan atau sakit tetapi korban tetap ingin bekerja.

Namun sekira pukul 09.30 Wib saat memanjat bangunan ketinggian sekitar 14 meter melalui peranca bangunan yang terbuat dari besi untuk menghancurkan dinding atas tiba tiba korban terjatuh posisi terlentang hingga kelantai dasar. Rekan rekan nya langsung menolong korban dengan membawa ke ruangan IGD yang berjarak sekitar 10 meter saja.
Tetapi saat ingin dimasukkan ke ruangan ICU ternyata korban diketahui sudah tewas. Mengetahui itu Suroso Winarko selaku Mandor langsung menunjukkan tanggung jawab nya dengan melaporkan kejadian kepihak kepolisian sehingga para personil piket Polsek Siantar Barat dan Polres Pematangsiantar datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak itu saja, Mandor akrab dipanggil Suroso itu juga langsung mengurus administrasi rumah sakit kemudian membawa pulang jenajah korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Suroso Winarko selaku Mandor membenarkan korban tewas terjatuh panjat peranca bangunan saat renovasi bangunan RS Tiara. Isteri dan kelima anak korban sudah membuat surat pernyataan secara tertulis tidak merasa keberatan dan tidak menuntut kejadian menewaskan korban karena kejadian tersebut akibat kecelakaan kerja.
Suroso menambahkan pihaknya juga akan bertanggung jawab dengan kejadian tersebut dengan mengurus di rumah sakit hingga ke rumah duka kemudian memberikan bantuan sumbangan turut berduka cita. “Sebenarnya kami merenovasi bangunan yang sebelumnya sudah sempat dibangun pemborong asal Kota Medan dan korban baru ikut bekerja di RS Tiara karena sebelumnya korban bekerja membangun vihara didekat rumah Almarhum Pak Hulman Sitorus. Keluarga sudah membuat surat pernyataan, begitupun saya pasti akan bertanggung jawab dengan memberikan bantuan kepada keluarga,”kata Suroso Winarko mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






