SIMALUNGUN
Nuriah boru Pardede (54) warga Huta Ranto I, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun ditemukan tewas posisi telungkup di ladang jagung setelah tak pulang kerumhanya seharian, Kamis (7/1/2020) siang sekira pukul 11.30 WIB.
Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK melalui Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Selamat SH dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021) mengatakan sesuai keterangan keluarga bahwa awalnya sehari sebelumnya, Rabu (6/1/20201) pagi sekira pukul 07.00 WIB berangkat dari rumahnya menuju perladangan jagung miliknya yang juga tidak jauh dirumahnya.
Namun hingga malam harinya ternyata Nuriah tak kunjung pulang kerumahnya sehingga suaminya, Hitler Nainggolan (58) bersama pihak keluarga dan warga lainnya berusaha mencari keberadaan Nuriah. Pencarian dilakukan mulai perladangan hingga perkampungan warga tetapi Nuriah tidak berhasil ditemukan.
Esok harinya, Kamis (7/1/20201) siang sekira pukul 11.30 Wib Winda Sinaga (20) warga Huta Bah Biding, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, saat melakukan penyemprotan racun rumput ditanaman jagung melihat sesosok mayat wanita memakai baju biru motif batik dan celana warna merah terbaring posisi telungkup serta sudah tidak bernyawa alias tewas.
Lalu Windra melaporkan kepada masyarakat setempat. Tidak beberapa lama warga pun berbondong bondong mendatangi perladangan jagung itu. Tidak itu saja, keluarga Nuriah yang mendengar penemuan mayat itu juga turut datang ke perladangan jagun tersebut dan melihat mayat wanita itu ternyata Nuriah boru Pardede.
Para personil piket Polsekta Tanah Jawa bersama petugas Puskesmas Pembantu Mekar Bahalat dan Puskesmas Jawa Maraja Bah Jambi turut datang ke perladangan jagung itu. Setelah dilakukan olah TKP tidak ada ditemukan tanda tanda mencurigakan di perladangan jagung itu maupun tanda tanda kekerasan di tubuh Nuriah.
Mengetahui itu keluarga menolak menyerahkan jenajah Nuriah dibawah autopsi ke rumah sakit melainkan dibawa pulang kerumah duka karena keluarga menduga Nuriah tewas akibat pecah pembuluh darah. Adanya surat tidak keberatan yang dibuat keluarga Nuriah maka jenajah Nuriah pun diserahkan dibawa pulang keluarganya kerumah duka untuk disemayamkan dan dikebumikan.
“Nuriah boru Pardede diduga tewas akibat pecah pembuluh darah. Keluarga sudah membuat surat pernyataan tertulis tidak dilakukan autopsi,”kata Kompol Selamat mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






