SIMALUNGUN
Rumah warga milik Muhammad Asrul (25) yang terletak di Anjangsana Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun disantroni maling, Jumat (15/1/2021) dini hari sekira pukul 03.00 Wib.
Muhammad Asrul dikonfirmasi wartawan siang harinya melalui telepon seluler mengatakan aksi maling itu sama sekali tidak diketahuinya karena Ia bersama keluarganya sudah tertidur pulas didalam kamar. Selanjutnya pagi subuh sekira pukul 05.00 Wib saat bangun tidur tiba tiba terkejut melihat sepedamotor (septor) nya jenis Honda Beat BK 2444 TBA warna hitam yang ada diruangan sudah hilang bahkan pintu dapur sudah keadaan terbuka.
“Aku baru tahu kejadian pencurian dirumah ku saat bangun tidur dan hendak ke kamar mandi diruangan dapur dan pintu sudah kondisi terbuka,”ujarnya.
Merasa curiga membuatnya kembali masuk kedalam kamar dan kembali terkejut melihat Hp merek Xiomi nya juga sudah hilang. Ia pun membangunkan orangtuanya dan memberitahu rumah sudah disantroni maling. Saat berada di ruangan depan, Ia terkejut melihat jendela sudah terbuka dan tedapat bekas congkelan di grendel jendela tersebut.
Melihat itu membuatnya menduga maling tersebut masuk melalui jendela depan yang tak terpasang jerajak. Ia bersama orangtuanya langsung mencari cari diseputaran kampung tetapi tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan septor nya tersebut.
“Sewktu tidur kami sama sekali nggak ada merasa gelisa atau mendengar suara-suara. Kunci ku lengketkan di septor karena sudah biasa dan tidak pernah hilang. Padahal septor ku itu sudah lunas. Kami masih menunggu tetangga yang pergi karena tetangga itu ada CCTV drumahnya untuk melihat kejadian,”jelasnya.
Lebih lanjut, Asrul menambahkan kejadian pencurian dirumahnya itu belum membuat laporan pengaduan ke Kantor Polisi. “Percuma melapor bang, wajib banyak keluar uang. Karena tetangga saya gitu juga. Hilang barang-barang nya terus melapor, tapi nggak ada hasil dan uangnya pun keluar banyak. Ikhlas saja lah kami, semoga dengan kejadian ini polisi mau patroli karena sudah sering kejadian serupa disini,”kata Muhammad Asrul mengakhiri.
Penulis/Editor : Freddy Siahaan






